Titiek Soeharto pamit ke Partai Golkar

Yogyakarta, innews.co.id – Menjadi pertanyaan besar, mengapa tiba-tiba Titiek Soeharto yang sebelumnya dikenal loyalis Partai Golkar hijrah ke Partai Berkarya?

Bertempat di tanah kelahiran Soeharto, Kemusuk, Yogyakarta, Senin (11/6), Titiek yang sebelumnya adalah Pengurus DPP Partai Golkar dengan nada pasti berujar, “Saya memutuskan untuk keluar dari Partai Golkar dan memilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya.”

Dirinya mengaku sedih dengan melihat penderitaan rakyat. Dirinya ingin menjerit untuk protes dan menyuarakan hati nurani rakyat, tetapi tidak dapat melakukan hal itu karena dirinya adalah kader partai Golkar, yang menjadi partai pendukung pemerintah.

“Seharusnya Golkar sebagai partai besar, sebagai pendukung dan sahabat yang baik harus bisa memberi masukan mana hal-hal yang baik dan yang buruk kepada pemerintah, tidak hanya sekedar mengekor dan asal bapak senang atau ABS. Saya adalah anak biologis Presiden Soeharto. Saya tidak bisa berdiam diri untuk tidak menyuarakan jeritan rakyat,” ujarnya dengan suara terbata-bata.

Hengkang dari Golkar, Titiek pun dalam waktu dekat akan melepaskan keanggotaannya di DPR. Dia pun pamit dengan teman-teman di DPR. Tak lupa Titiek menyampaikan terima kasih kepada Golkar yang sudah memiliki banyak politikus handal.

“Jadi, Golkar tidak membutuhkan saya. Tetapi saya sangat dibutuhkan oleh Partai Berkarya,” ujarnya pasti.

Titiek pun berharap Partai Berkarya lulus parliamentary threshold dalam Pemilu Legislatif tahun depan, agar Partai Berkarya dapat melanjutkan cita-cita Soeharto untuk mensejahterakan bangsa, mencerdaskan bangsa, menciptakan kehidupan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Partai Berkarya menyadari ini adalah pekerjaan yang sangat berat, kami tidak bisa melakukannya sendiri. Karena itu, kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat dan seluruh komponen bangsa, agar cita-cita dari Pak Harto dan para pendiri bangsa ini bisa segera terwujud, yakni Indonesia menjadi bangsa yang besar, bangsa yang bermartabat dengan rakyatnya yang cerdas, hidup adil, makmur dan sejahtera,” tandas Titiek. (IN)