Pertemuan para tokoh Batak yang digagas KMDT di Universitas Kristen Indonesia (UKI, November 2019 lalu

Jakarta, innews.co.id – Secara tegas Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) menolak penghapusan Festival Danau Toba (FDT) tahun 2020 yang selama ini telah menjadi agenda rutin.

Rencana penghapusan FDT oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara menuai reaksi keras dari berbagai kalangan di DPRD Sumatera Utara.

Dalam rilisnya, Minggu (12/1/2020), Edison Manurung, SH., MM., Ketua Umum DPP KMDT meminta agar Gubsu tidak gegabah menutup Pesta Danau Toba.

“Presiden Jokowi 24 Jam mempromosikan Danau Toba menjadi destinasi wisata mendunia, masak Gubsu malah meniadakan FDT. Ini sudah bertolak belakang,” tegasnya.

Dia menambahkan, Gubsu jangan bertolak belakang dengan Program Presiden Jokowi. “Kami dari KMDT sangat mendukung program Jokowi Percepatan Wisata Danau Toba dan juga menjadi salah satu visi KMDT,” tandasnya.

Secara khusus, Edison mengharapkan seluruh bupati se-Kawasan Danau Toba untuk tetap mendukung FDT. Juga mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk duduk bersama membicarakan pelaksanaan FDT.

“Harusnya Pemprovsu memfasilitasi pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan Bupati se-Kawasan Danau Toba agar persiapan FDT lebih mantap demi suksesnya Pesta Danau Toba,” pungkasnya. (RN)