Seminar dan Deseminasi Penggalangan Kesepakatan Pendampingan Universitas Hasanudin Dalam Upaya Penurunan Stunting di kabupaten/kota di Indonesia yang dirangkai dengan penandatanganan nota kesepakatan kerjasama antara Universitas Hasanuddin dengan beberapa kabupaten/kota prioritas stunting di Sulawesi Selatan bertempat di Gedung Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Senin (25/11/2019)

Makassar, innews.co.id – Percepatan penurunan angka stunting di Indonesia menjadi salah satu fokus pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Untuk itu, diperlukan sinergitas para pihak, salah satunya Perguruan Tinggi.

Hal ini tercermin dari upaya Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) Sekretariat Wakil Presiden RI yang mendorong peran Perguruan Tinggi dalam mengentaskan stunting di Tanah Air.

Hal ini dimaksudkan untuk memaksimalkan peran Perguruan Tinggi dalam pengabdian di masyarakat melalui penguatan dan pendampingan ke pemerintah kabupaten/kota dalam percepatan pencegahan stunting.

Diskusi Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) Sekretariat Wakil Presiden RI dengan Yayasan Hadji Kalla

Universitas Hasanuddin yang memiliki SDGs centre pada Senin (25/11/2019) kemarin, menyelenggarakan Seminar dan Deseminasi Penggalangan Kesepakatan Pendampingan Universitas Hasanudin Dalam Upaya Penurunan Stunting di kabupaten/kota di Indonesia yang dirangkai dengan penandatanganan nota kesepakatan kerjasama antara Universitas Hasanuddin dengan beberapa kabupaten/kota prioritas stunting di Sulawesi Selatan bertempat di Gedung Pascasarjana Universitas Hasanuddin.

Pada hari yang sama, TP2AK Setwapres bertemu dengan Yayasan Hadji Kalla, untuk membahas mekanisme implementasi program dan pembiayaan dalam mendukung pendampingan Universitas Hasanuddin di beberapa wilayah kabupaten/kota.

Dalam pertemuan tersebut, Tim TP2AK Sekretariat Wakil Presiden yang terdiri dari Karnadi Harijanto, MSi., (Koordinator Kemitraan) dan DR. dr. Lucy Widasari, MSi., (Evaluation Specialist) diterima oleh Direktur Yayasan Hadji Kalla Mohammad Zuhair serta Abdul Hakim Manager Bidang Kesehatan, Kemanusiaan, dan Lingkungan Yayasan Hadji Kalla.

Menurut dr. Lucy Widasari, MSi., berbagai tantangan dapat timbul dalam program pencegahan dan penanggulangan stunting seperti, pelaksanaan konvergensi program kegiatan tingkat nasional sampai desa, ketersediaan data stunting dan profil keluarga.

Untuk itu, dibutuhkan sinergitas agar dapat saling menguatkan antara pemerintah kabupaten/kota dengan perguruan tinggi dan atau lembaga lainnya dalam pendampingan. Selain sebagai katalisator, Perguruan Tinggi juga ikut menjaga sustainibilitas pelaksanaan program Pemda,” ujar Dr. dr. Lucy Widasari. (RN)