DR. dr. Lucy Widasari, MSi., dari Tim Percepatan Penanggulangan Anak Kerdil (TP2AK) Sekretariat Wakil Presiden RI bersama para dosen dan mahasiswa Unidayan

Buton Selatan, innews.co.id – Indonesia unggul akan dapat dicapai bila dipersiapkan secara sungguh-sungguh dan saling bersinergi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), dimana remaja memiliki peran yang cukup signifikan dalam melakukan perubahan.

Secara terbuka hal ini dikatakan DR. dr. Lucy Widasari, MSi., dari Tim Percepatan Penanggulangan Anak Kerdil (TP2AK) Sekretariat Wakil Presiden RI dalam acara kuliah tamu dengan tema Cegah Stunting dan General Education + Kompetensi Revolusi Industri 4.0, di Ruang Baruga La Ode Malim Universitas Dayanu Ikhsanudin Bau-Bau Sulawesi Tenggara, Jumat (29/11/2019).

Acara yang dibuka langsung oleh Rektor Universitas Dayanu Ikhsanudin Ir. LM. Sjamsul Qamar, MT., IPU., tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rektor IV Dr. Andi Tenri, MSi., serta Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, DR. Rininta Andriani, M.Kes., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat Unidayan DR. La Ode Syaiful Islamy, S.Sos., serta para staf pengajar FKM Unidayan.

DR. dr. Lucy Widasari, MSi., dari Tim Percepatan Penanggulangan Anak Kerdil (TP2AK) Sekretariat Wakil Presiden RI diberi plakat penghargaan sebagai narasumber oleh Rektor Universitas Dayanu Ikhsanudin Ir. LM. Sjamsul Qamar, MT., IPU.

Menurut DR. dr. Lucy Widasari, bukan semata masalah stuntingnya yang menjadi problem besar. Yang terpenting proses terjadinya stunting bersamaan dengan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan organ diantaranya otak, hati, ginjal, pankreas yang dapat menimbulkan dampak buruk jangka pendek maupun jangka panjang, yang kesemuanya itu akan menurunkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, produktifitas, dan daya saing bangsa.

Lucy mengatakan, energi positif yang dimiliki oleh remaja dapat menjadi motor penggerak pada berbagai sektor. “Remaja diharapkan peka dan mampu dalam membuat sebuah solusi yang sifatnya innovatif, adaptable, dan yang paling penting adalah berkelanjutan dengan pendekatan pemberdayaan,” jelasnya.

Untuk itu, kata DR. dr. Lucy, para remaja perlu memperluas wawasan, meningkatkan kreativitas dan kolaborasi, menjalin kerjasama antar berbagai bidang ilmu serta membangun jejaring di era revolusi industri 4.0 untuk mengantisipasi perkembangan dunia.

Antusiasme para peserta kuliah tamu dengan tema Cegah Stunting dan General Education + Kompetensi Revolusi Industri 4.0, di Ruang Baruga La Ode Malim Universitas Dayanu Ikhsanudin Bau-Bau Sulawesi Tenggara, Jumat (29/11/2019)

Sementara itu, Rektor Universitas Dayanu Ikhsanudin Ir. LM. Sjamsul Qamar., MT., IPU., mengatakan, Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas SDM. Salah satunya adalah masih tingginya balita pendek (stunting).

Dekan Universitas Dayanu Ikhsanudin DR. Rininta menambahkan, terdapat tantangan dan peluang dalam mengatasi masalah kesehatan dan gizi di Indonesia untuk mencapai Indonesia maju. “Untuk itulah perlu tambahan wawasan bagi mahasiswa-mahasiswi FKM Universitas Dayanu Ikhsanudin mengenai stunting yang merupakan salah satu penghambat dalam pembangunan,” jelas Rinita.

DR. dr. Lucy Widasari, MSi., dari Tim Percepatan Penanggulangan Anak Kerdil (TP2AK) Sekretariat Wakil Presiden RI (ke-8 dari kanan) terus gemakan persoalan stunting dan solusinya

Sehari sebelumnya, DR. dr. Lucy Widasari, M.Si., atas undangan Pemda Kabupaten Buton Selatan melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan Plt. Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani, Kepala Bappeda Buton Selatan La Ode AI Muhammad Sufi, S.Sos., MSi, Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan La Ode Budiman, SKM., M.Kes., Kepala RSUD Buton Selatan dr. Frederik Tangke Allo, Sp.B., dan beberapa OPD terkait lainnya dalam mencegah dan mengatasi masalah stunting di Batauga, Kabupaten Buton Selatan.

DR. dr. Lucy Widasari, MSi., berbincang dengan Plt Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani dan jajaran OPD

Dalam FGD tersebut dibahas isu stunting dari segi pencegahan dan pengentasan melalui kebijakan perencanaan dan kegiatan serta penguatan koordinasi lintas sektor Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, termasuk diantaranya dengan Perguruan Tinggi yang siap mengatasi dan mencegah stunting. (RN)