Jakarta, innews.co.id – Tenggelamnya KM Sinar Bangun di kawasan Danau Toba melahirkan kepiluan yang mendalam dari berbagai pihak. Tidak terkecuali Staf Khusus Ketua DPD RI Edison Manurung, SH., MM.

Ia nampak begitu sedih dengan tragedi yang mengakibatkan ratusan orang hilang. “Saya sangat sedih dan merasa ikut berduka dengan kejadian tersebut. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, terutama para stakeholder di kawasan Danau Toba,” ucapnya lirih dengan mata berkaca-kaca saat di temui di Hotel Park, Jakarta, Kamis (21/6).

Meski begitu, dirinya mengapresiasi tindakan Presiden Joko Widodo yang begitu sigap memerintahkan Menteri Perhubungan dan Kepala Basarnas untuk menuntaskan masalah tersebut dan menemukan orang-orang yang masih hilang.

Dikatakannya, orang naik motor saja yang hanya dua orang, pengemudinya harus memiliki SIM. Itu wajib hukumnya. Apalagi orang yang membawa Kapal Motor yang bermuatan ratusan orang tersebut.

Tim SAR terus bekerja di Danau Toba

Oleh karena itu, Edison menyerukan pihak terkait untuk melakukan evaluasi dan inventarisasi terhadap kapal-kapal yang beroperasi di kawasan Danau Toba. “Harus benar-benar dipastikan kapal laik untuk jalan dan memuat penumpang sesuai kapasitasnya,” ujar Edison dengan nada tinggi.

Tidak itu saja, dirinya juga bertekad akan memperjuangkan revitalisasi alat transportasi air di kawasan Danau Toba. “Kapal-kapal pengangkut penumpang di Danau Toba harus dimodernkan supaya tingkat keamanan penumpang akan lebih terjamin. Selama ini yang banyak beroperasi adalah kapal kayu,” urai Edison yang maju sebagai bacaleg dari daerah pemilihan Sumut 2 ini.

Bila dirinya terpilih kelak, modernisasi kapal-kapal pengangkut di kawasan Danau Toba akan menjadi prioritasnya. “Pasti kita akan dorong modernisasi kapal-kapal. Apalagi sekarang ini perhatian Pemerintah Pusat begitu besar terhadap pengembangan kawasan Danau Toba. Masalah modernisasi kapal-kapal harus menjadi perhatian besar. Entah itu dikelola oleh Badan Otorita Danau Toba atau dibentuk BUMD khusus,” tukasnya.

Selain itu, penting diperhatikan nakhoda kapal harus memiliki lisensi resmi. Jadi, orang yang mengemudikan kapal benar-benar yang punya pengalaman dan berpendidikan. Hingga kini, Basarnas masih terus melakukan pencarian penumpang kapal yang masih hilang. (RN)