Jakarta, innews.co.id – Transaksi nontunai mulai diterapkan kepada para pedagang Pasar Mayestik, Jakarta sejak Rabu (4/4). Ini merupakan hasil sinergitas dari Bank Mandiri dan PD Pasar Jaya.

Menurut Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi, langkah tersebut bertujuan membudayakan kebiasaan bertransaksi tanpa uang tunai dan meningkatkan kenyamanan saat berbelanja.

Selama ini, transaksi jual beli di pasar masih didominasi secara tunai. Padahal, kendala pembayaran tunai tidak sedikit, seperti kesulitan penyediaan pecahan kecil untuk kembalian, uang rusak atau palsu, serta risiko pengelolaan uang tunai (cash handling).

Selain itu, pengelola pasar juga sulit memonitor pergerakan transaksi di pasar sehingga monitoring transaksi tidak optimal yang berpotensi membuat pendapatan pengelola pasar tidak maksimal.

Ditambahkan Hery, sinergi di Pasar Mayestik menjadi pilot program untuk kerja sama serupa di seluruh pasar kelolaan PD Pasar Jaya. “Kami meyakini kolaborasi ini dapat mendukung program inklusi keuangan pemerintah serta menjadikan pasar tradisional dan modern sebagai motor penggerak ekonomi provinsi DKI Jakarta,” kata Hery.

Dalam pelaksanaannya, pedagang akan disewakan alat penerima pembayaran (MPOS Mandiri e-money card reader) yang disediakan Q Cash dari PT Cyber Smart Network Asia. Q Cash juga akan membantu proses edukasi pedagang, maintenance alat pembayaran dan menangani keluhan pedagang.

PD Pasar Jaya mengelola lebih dari 140 pasar yang memiliki 105.223 tempat usaha dengan omzet bisnis mencapai lebih dari Rp150 triliun per tahun. Rata-rata pasar kelolaan PD Pasar Jaya dikunjungi lebih dari 2 juta pengunjung setiap hari, atau sekitar 20% dari total penduduk DKI Jakarta. Khusus di Pasar Mayestik, terdapat sekitar 450 pedagang dengan frekuensi rata-rata kunjungan 5.500 pembeli per hari. (IN)