Pdt Patut Sipahutar menjelaskan bukunya dalam peluncuran buku di GKPI Rawamangun, Minggu (25/11)

Jakarta, innews.co.id – Nilai spiritualitas seseorang berpulang pada sikap hidupnya, bagaimana seseorang menjalankan ibadahnya serta memperlakukan orang lain sebagai sesama umat Tuhan.

Hal ini dikatakan Ulil Abshar Abdalla dalam Diskusi dan Bedah Buku ‘Hidup Dalam Komunitas Penyembahan-Persembahan’ karya Pendeta Patut Sipahutar, M.Th., mantan Bishop Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), sebagai refleksi 40 tahun pelayanannya.

Menurut Ulil, dalam Islam dikatakan bahwa persembahan dalam bentuk penyembelihan hewan tidak membuat seseorang masuk surga.

“Itu hanya ritus saja, bukan sesuatu yang diwajibkan. Yang sampai ke Tuhan adalah sikap personal seseorang, taqwa kita. Taqwa artinya, kesadaran akan kehadiran Tuhan yang terus menerus dalam hidup kita. Juga upaya memproteksi diri dalam kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan,” kata Ulil.

Sementara itu Pdt. Dr. Martin Lukito Sinaga, pembicara lain dalam diskusi tersebut memaparkan bahwa persembahan dalam konteks buku ingin mengajak semua pihak untuk memiliki hidup yang berdampak sosial.

Buku kumpulan tulisan Pdt Patut Sipahutar ini dirasa membuka mata para pembaca untuk melihat esensi dari penyembahan dan persembahan yang sejatinya dilakukan semua pihak sebagai anak bangsa. (RN)