Jumpa pers Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) soal Perayaan Imlek di Sekretariat MATAKIN, Sunter, Jakarta, Senin (20/10/2020)

Jakarta, innews.co.id – Sejak pertama kali diadakan tahun 2000, Perayaan Imlek Nasional yang diadakan oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu (MATAKIN), selalu dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden. Sayangnya, dalam 5 tahun terakhir, itu tidak terjadi.

Ini melahirkan kegalauan dari umat Khonghucu di Indonesia. Menjadi pertanyaan besar, jika Presiden selalu hadir pada perayaan hari keagamaan lain, mengapa tidak demikian pada umat Khonghucu?

Dalam jumpa pers di Sekretariat Matakin, di bilangan Sunter, Jakarta, Senin (20/1/2020), Xs. Budi Santoso Tanuwibowo Ketua Umum Matakin menguraikan bahwa umat Khonghucu terdiskriminasi. Padahal, di era Presiden Soekarno, tepatnya pada 18 Juni 1946, ditetapkan 4 hari libur bagi umat Khonghucu.

Baru di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, umat Khonghucu kembali diizinkan melakukan Perayaan Imlek secara nasional. “Waktu itu, sempat diadakan 2 kali perayaan, di Jakarta dan Surabaya,” imbuh Budi.

Pun di era Gus Dur, ditetapkan Imlek menjadi hari libur fakultatif. Sejak itu, setiap kali Perayaan Imlek, pasti dihadiri oleh Presiden RI dan sejumlah pejabat tinggi negara. Bahkan tidak jarang Presiden bersama Wapres menghadiri perayaan Imlek.

Terakhir kali, Perayaan Imlek Nasional dihadiri oleh Presiden RI adalah pada 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono.

Pasca terpilih Presiden Joko Widodo hingga akhir periode pertamanya di 2019, Perayaan Imlek hanya dihadiri oleh Menteri Agama, sementara Presiden RI tidak pernah hadir.

“Kami sadar betul, mungkin Presiden dan Wakil Presiden ada banyak kesibukan jadi tidak bisa hadir. Hanya saja, umat Khonghucu jadi bertanya-tanya, kenapa Presiden RI tidak bisa hadir? Ini menimbulkan kegelisahan di kalangan umat,” kata Budi.

Bahkan komentar-komentar miring pun bermunculan. Sebab hanya perayaan keagamaan Khonghucu, Presiden RI tidak hadir. Ada apa sebenarnya? Bukankah umat Khonghucu di Indonesia juga termasuk anak bangsa?

Di Perayaan Imlek tahun 2020 ini, besar harapan umat Khonghucu agar Presiden Joko Widodo bisa meluangkan waktu untuk hadir. “Tentu kami akan sangat senang sekali bilamana Pak Presiden Jokowi bisa hadir,” kata Budi dengan nada penuh pengharapan.

Tahun ini, Perayaan Imlek akan dipusatkan di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jakarta, pada 2 Februari 2020. Tema yang diusung adalah “Wibawa Kebajikan Menumbuhkan Takut Hormat, Gemilang Kebajikan Menumbuhkan Kecerahan”. (RN)