Y. Handoyo Budhisedjati, Ketua Umum Vox Point Indonesia

Jakarta, innews.co.id – Saat ini, menjadi keprihatinan bersama bila melihat banyak pejabat publik yang terjerat kasus korupsi. Seseorang yang sejatinya menjadi teladan justru tertangkap tangan ‘makan’ uang rakyat.

Ironis sekali, entah sudah berapa ratus pejabat publik yang menghuni lembaga pemasyarakatan di berbagai tempat. Ini menandakan masih ada tugas besar di bangsa ini untuk membersihkan diri dari korupsi. Sebab, korupsi telah memperparah kesenjangan ekonomi dalam masyarakat.

Sebuah lembaga yang secara konsisten menyuarakan hal ini adalah Vox Point Indonesia (VPI). Perhatian wadah ini terhadap masalah korupsi diejawantahkan dengan memberikan pelatihan kepada sejumlah pihak, utamanya yang tengah mempersiapkan diri menjadi pejabat publik agar berkarakter kuat serta mampu menahan diri dari godaan korupsi yang begitu kuat dalam fungsinya sebagai pelayan publik.

Hal ini disampaikan Yohanes Handoyo Budhisedjati, SH., Ketua Umum VPI dalam sebuah perbincangan menarik di kantornya, Kamis (2/8). Dikatakan Handoyo sejak didirikan Maret 2016 lalu, VPI telah mengadakan setidaknya 6 kali pelatihan kepada para pemimpin dan calon pemimpin.

VPI, kata Handoyo, memiliki 3 fungsi yakni kaderisasi, edukasi, dan pengkajian.

Kaderisasi, lanjut Handoyo, adalah bagaimana kita mencetak kader-kader untuk bisa berkiprah di masyarakat, baik sebagai legislator maupun eksekutor. “Kita tekankan kepada peserta pelatihan untuk selalu mengingatkan bahwa tugas yang diembannya adalah kepercayaan dari masyarakat. Karena itu, semua harus dikembalikan untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,” kata Handoyo yang juga duduk sebagai Sekretaris Jenderal Perduki ini.

Sementara itu edukasi, tambah Handoyo, bagaimana kita bisa mendidik masyarakat agar memahami bahwa politik adalah alat mencapai kekuasaan yang digunakan untuk kesejahteraan rakyat. “Jadi, politik itu tidak kotor. Oknumnya yang bisa kotor, politiknya tidak,” tandas ayah dari 3 anak dan kakek dari 4 cucu ini yang dipercaya sebagai Wakil Bendahara di Pergerakan Indonesia Maju ini lugas.

Sementara itu, sebagai lembaga kajian, VPI terus melakukan penelaahan terhadap keadaan masyarakat, ditinjau dari sisi politik, ekonomi, sosial, dan sebagainya. Dari situlah kita menganalisis bahwa masalah utama di bangsa ini adalah kesenjangan ekonomi yang diakibatkan oleh maraknya tindak pidana korupsi.

Masalah lain yang juga harus mendapat perhatian serius adalah peredaran narkoba yang bisa menghancurkan generasi bangsa. “Memang sulit untuk memberantas korupsi. Apalagi, nampaknya ada pihak-pihak yang ingin melanggengkan korupsi yang sepertinya sudah jadi budaya di bangsa ini,” ujar Handoyo kritis.

Untuk itu, Handoyo mendorong lembaga legislatif untuk mau juga menyuarakan tolak korupsi. Jangan hanya karena desakan masyarakat, baru mau menyuarakan.

Bicara narkoba, Handoyo beranggapan, sepertinya ada grand design dari negara-negara luar yang tidak suka dengan Indonesia dan memakai narkoba untuk menghancurkan generasi bangsa.

Karena itu, Handoyo mengingatkan para orangtua, sekolah, lembaga pendidikan, agawaman, dan semua pihak untuk bersama-sama memerangi narkoba dan mengisi generasi muda dengan hal-hal yang positif.

Saat ini VPI telah ada di 13 provinsi dan 51 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. (RN)