Jakarta, innews.co.id – Rapor merah para wakil rakyat periode sekarang lantaran minimnya kinerja, utamanya dalam menghasilkan produk perundang-undangan harusnya menjadi evaluasi dari masyakarat dalam Pemilu Legislatif 2019 ini.

Penegasan ini dikatakan Yohanes Handoyo Budhisejati, SH., Ketua Umum DPN Vox Point Indonesia dan Norben Syukur Ketua DPD Vox Point DKI Jakarta menyikapi diskusi bertema Wajah Baru Parlemen 2019 di Sanggar Prativi Building, Jakarta, Jum’at (8/2/2019).

Tidak hanya itu, menurut Handoyo, tidak sedikit anggota DPR RI yang ditangkap oleh KPK karena terlibat korupsi. “Ini sangat memprihatinkan sekali,” ujarnya.

Oleh karena itu, harap Handoyo dan Norben, dengan wajah-wajah baru yang duduk di Senayan, bisa mengubah citra parlemen. “Anggota dewan harus bisa menjadi contoh. Bukan hanya berdedikasi dan berintegrasi, tapi juga memiliki moral yang baik,” ujar Handoyo.

Hadir sebagai pembicara Christina Aryani Caleg DPR RI Partai Golkar, Ardy Mbalembout Caleg DPR RI Partai Demokrat, Lucius Karus Peneliti Senior Formappi, P. Peter Aman, OFM., Pastor Moderator DPD Vox Point DPD DKI Jakarta, dan Wempy Hadir Direktur Indopolling.

Christina menyampaikan persaingan Pileg 2019 ini sangat kompetitif. Bagi Christina, menjadi anggota dewan harus terbuka, termasuk soal program kerja, kinerja, dan sebagainya.

Lebih jauh soal cost politik yang harus dikeluarkan, Wakil Ketua Perempuan Golkar ini menjelaskan, sistem pemilihan dengan suara terbanyak menjadi salah satu penyebab tingginya cost politik.

Sementara itu, Ardy Mbalembout Caleg DPR RI Partai Demokrat dapil DKI Jakarta 1 nomor urut 2, mengatakan, menjadi anggota dewan harus mengenal kehidupan masyarakat di bawah.

“Menjadi caleg bukan segala-galanya. Sebab prinsipnya dimana pun kita bisa melayani masyarakat,” ujar Ardy yang juga dikenal sebagai advokat seraya mengatakan ini juga merupakan penugasan dari partai.

Mengenai kebaruan yang akan disajikan bila terpilih, menurut Ardy, integritas dan kekuatan jiwa sehingga pemikiran-pemikirannya bisa mempengaruhi perjalanan bangsa ini. Sementara Christina mengatakan, kinerja legislasi akan lebih baik dan menghasilkan produk-produk yang pro rakyat.

Sementara Peter Aman mengatakan, peran wakil rakyat adalah memanggul aspirasi rakyat dan memperjuangkannya sampai tuntas.

Sementara itu Wempy Hadir Direktur Indopolling mengatakan, Pemilu Legislatif 2019 sangat riskan karena diikuti 16 partai politik. Surat suara sangat mungkin diselewengkan oleh oknum-oknum tertentu. Belum lagi Pileg dibarengi dengan Pemilihan Presiden. Proses penghitungan suara bisa berlangsung sampai pagi hari.

Kepada innews usai acara Norben mengatakan, diskusi ini sekaligus membangkitkan dan menyadarkan masyarakat bahwa Pemilu nanti bukan hanya memilih Presiden-Wakil Presiden, tapi juga anggota legislatif. (RN)