H.M. Andy Arslan Djunaid, SE., Ketua Umum Kospin Jasa

Jakarta, innews.co.id – Dunia saat ini tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang mematikan. Wabahnya cepat menyebar, sementara obatnya belum ada. Masifnya penyebaran virus ini sangat berdampak pada dunia ekonomi. Diprediksi bila ini terus berlangsung hingga 2-3 bulan kedepan, maka akan terjadi resesi ekonomi, bukan saja di Indonesia, tapi juga di dunia.

Berbagai bidang usaha terdampak, tidak terkecuali koperasi. Hal ini disampaikan H.M. Andy Arslan Djunaid, SE., Ketua Umum Kospin Jasa, kepada innews, Senin (23/3/2020). “Imbas ekonomi tidak hanya dirasakan oleh Kospin Jasa atau koperasi lainnya, tapi seluruh dunia usaha pasti akan sangat terpukul. Dunia pariwisata, hotel, bahkan sudah merumahkan sebagian besar karyawannya. Mal-mal dan restoran sepi pengunjung. Pabrik-pabrik sudah kehabisan bahan baku untuk produksi. Penurunannya bisa mencapai lebih dari 50 persen,” ujar Andy.

Sementara itu, Kospin Jasa sendiri, lanjut Andy, menerapkan pemangkasan jam kerja. Juga meminimalkan karyawan di beberapa kantornya, terutama di kota-kota yang masuk zona merah, seperti di DKI Jakarta, Yogyakarta, Bogor, dan Surabaya, sesuai anjuran gubernur di tiap provinsi.

“Kami sudah terapkan work from home, tapi belum berpikir untuk melakukan PHK. Kami berharap secepatnya kondisi ini bisa teratasi supaya roda perekonomian bisa berjalan normal kembali,” imbuh Andy.

Mencermati kondisi yang memiliki dampak besar pada usaha perkoperasian ini, Andy mengharapkan pemerintah menerapkan relaksasi-relaksasi dalam aturan, perpajakan, dan lainnya.

“Dengan kondisi seperti ini, memang berat sekali. Kami pun berjuang, jangan sampai ada yang di PHK. Di sisi lain, biaya-biaya operasional membubung tinggi lantaran kami harus menyediakan peralatan standar kesehatan di kantor-kantor seperti masker, hand sanitizer, thermo scan, dan lainnya yang harganya sangat mahal karena langkanya barang-barang tersebut di pasaran,” tukasnya. (RN)