Jakarta, innews.co.id – Sosok yang memahami keberagaman serta heterogenitas DKI Jakarta serta mampu memelihara kondusifitas Ibu Kota dinilai sebagai orang yang pas duduk sebagai wakil gubernur, selain memiliki kemampuan manajerial yang baik.

Bila kurang memahami wilayah Jakarta, maka tugas Gubernur akan semakin berat ditengah kompleksitas persoalan yang muncul.

Karena itu, Robert Endi Jaweng Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) menilai kriteria figur yang cocok menempati kursi Wakil Fubernur DKI Jakarta sebaiknya ialah yang sudah berpengalaman.

“Anies harus kita akui bahwa dia lemah dari sisi manajerial. Hal itu terbukti dari banyaknya eksekusi yang tidak berjalan mulus sehingga kemajuan program Pemprov hampir tidak ada,” terangnya saat dihubungi, Selasa (2/7/2019).

DKI, lanjut Robert, haruslah memiliki wagub yang bisa berani dan tegas mengeksekusi serta mengetahui seluk beluk birokrasi.

Sebab, masalah yang saat ini terjadi di internal Pemprov DKI adalah kurangnya pengawasan dan koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sejatinya menjadi tugas wagub.

“Perencanaan bagus, anggaran ada, tapi karena pengawasan lemah akhirnya di ujung tombaknya para kepala SKPD ini yang melambatkan eksekusi anggaran. Akhirnya banyak program tidak berjalan. Di situlah tugas wagub seharusnya,” kata Robert.

Saat ini sudah beredar 2 nama yang berasal dari PKS yakni Achmad Syaiku dan Agung Yulianto. Sementara itu, dari sejumlah komponen masyarakat muncul nama Mayjen TNI (Purn) Tanribali Lamo. Dan, mencuat pula nama Adhyaksa Dault mantan Menteri Pemuda dan Olahraga.

Sampai kini, Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wagub di DPRD DKI Jakarta masih menggodok tata tertib pemilihan. (RN)