Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/2/2020)

Jakarta, innews.co.id – Pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan ISIS, hendaknya mengacu kepada aturan UU Nomor 12/2006 tentang Kewarganegaraan.

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/2/2020). Menurutnya, berdasarkan UU Nomor 12/2006 itu, orang asal Indonesia yang tergabung atau pernah tergabung ISIS secara otomatis dapat kehilangan status kewarganegaraannya.

“Kita masih mengacu pada UU Nomor 12/2006. Di Pasal 23 disebutkan soal warga negara yang kemudian berperang dengan di tempat lain di negara lain,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Dia menjelaskan, Pasal 23 huruf d UU Nomor 12/2006 menyatakan, WNI kehilangan kewarganegaraannya apabila masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden.

Sementara itu, Pasal 23 huruf f UU Nomor 12/2006 menyatakan, WNI kehilangan kewarganegaraannya apabila secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut.

Terkait dengan anggota keluarga orang asal Indonesia eks-ISIS, apakah masih WNI atau tidak, dia menyatakan, hal itu juga masih perlu dikaji secara lebih mendalam.

Lebih jauh Dasco mengatakan, pihak yang direkrut ISIS bisa jadi bukan hanya kepala keluarga, tapi juga anggota keluarganya. Maka dari itu perlu dikaji, apakah mereka juga sudah direkrut ISIS dan juga kemudian mengalami pelatihan-pelatihan? (RN)