Jakarta, innews.co.id – Umat Khonghucu telah selangkah lebih maju. Dengan visi menjadikan keluarga KaMuS (kaya, mulia, sejahtera), segenap insan Khonghucu sejatinya terpanggil meningkatkan kapasitas diri. Sebab, dengan terwujudnya KaMuS, maka sekaligus dapat membantu orang lain.

Guna mengejawantahkan hal tersebut, secara khusus diadakan Seminar CAR dan 3iNetwork yang disampaikan oleh Axiang Zhu di Ruang Pertemuan Kelenteng Kong Miao, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (29/7/2019).

Acara ini dibagi dalam 2 sesi yakni pagi hari diperuntukkan bagi Pengurus MATAKIN, PERKHIN, dan PAKIN. Siangnya, untuk Guru-guru Sekolah Formal & Sekolah Minggu.

Suasana pelatihan di Ruang Pertemuan Kong Miao, Jakarta, Sabtu (20/7/2019)

Lani Guito, penggagas acara ini, menjelaskan, tujuan acara ini adalah untuk Sosialisasi program KaMuS dan Pembagian buku teks pelajaran Pendidikan Khonghucu tahun pelajaran 2019-2020.

Sementara itu, sasaran yang mau dicapai adalah meningkatkan kemandirian finansial para guru/ rohaniwan/aktivis melalui program menabung cerdas bersama CAR & 3iNetwork, serta bergotong royong mengisi kas MAKIN/PERKHIN/ PAKIN/Sekolah Minggu.

“Kami mengajak Pengurus/Rohaniwan/Guru/Aktivis untuk bergandeng tangan membangun Khonghucu, dimulai dari pribadi dan keluarga Khonghucu yang mandiri secara finansial,” terang Lani kepada innews, Sabtu (20/7/2019).

Para umat Khonghucu begitu antusias mengikuti pelatihan

Lanjut Lani, program CAR & 3iNetwork bukan MLM. “Program ini adalah agency networks atau jaringan agen di bawah naungan PT CAR (Central Asia Raya) Life dan sudah ada sejak 1975 serta berada di bawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dimana setiap agen wajib mengikuti ujian sertifikasi AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia),” urainya.

Sedang sistem 3iNetwork sendiri dikembangkan mulai 2014. Mekanisme sederhana program ini adalah menabung dengan 3 pilihan premi selama 5 tahun, yakni Rp350 ribu, Rp 700 ribu, dan Rp1 juta.

Adapun keuntungan sebagai mitra CAR & 3iNetwork, antara lain: asuransi jiwa hingga usia 74 tahun sesuai kategori premi masing-masing; investasi sekaligus sebagai tabungan pendidikan dan persiapan masa pensiun; dan pendapatan dari berbagai bonus yang tersedia dari 1 jt hingga 300 jt/bulan sesuai prestasi kerja mitra.

Terpanggil

Keterpanggilan Lani mencetuskan hal ini di lingkungan Khonghucu bermula dari kondisi ekonomi guru-guru Khonghucu yang sangat memerlukan perhatian karena guru adalah ujung tombak pendidikan anak-anak Khonghucu sebagai generasi penerus harapan masa depan.

“Saya sebagai Ketua Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah MATAKIN bertanggung jawab atas terselenggaranya pendidikan Khonghucu yang berkualitas. Salah satu komponen penting dalam pendidikan adalah guru. Karena itu, kesejahteraan dan kepastian masa depan guru wajib menjadi perhatian khusus. Apalagi banyak generasi muda enggan menjadi guru,” imbuh Lani.

KaMuS angkat keluarga Khonghucu menjadi maju dan lebih berkembang

Menurutnya, sebagus apapun program yang dibuat, kalau tidak ada guru yang kompeten tidaklah mungkin akan terlaksana pendidikan Khonghucu yang berkualitas.

“Saya membuat konsep KaMuS yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka supaya bisa bergerak bersama dalam komunitas masing-masing dengan ‘kendaraan’ CAR & 3iNetwork,” ujarnya.

Program CAR & 3iNetwork, lanjut Lani, telah terbukti membantu ribuan orang berhasil memiliki passive income dan masa depan yang terjamin.

Harapannya dengan mengikuti sistem ini akan membantu umat Khonghucu untuk mempunyai perencanaan masa depan yang lebih baik, tabungan pendidikan anak-anak, tambahan pendapatan rutin, proteksi jiwa keluarga dan persiapan masa pensiun yang bahagia sambil mengisi kas MAKIN/PERKHIN/PAKIN/Sekolah Minggu dengan bergotong royong.

“Seperti yang Nabi Kongzi sabdakan bahwa jangan memberi ikan, tetapi berilah kailnya. Sistem 3iNetwork ini adalah kailnya utk mencari ikan sepanjang hidup,” pungkas Lani. (RN)