Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bersama Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Presiden Direktur Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) Kamaruddin Batubara dan segenap pengurus lainnya pada acara Rapat Anggota Tahunan Kopsyah BMI Tahun Buku 2019, di Ballroom The Springs Club Serpong Tangerang, Selasa (21/1/2019)

Serpong, innews.co.id – Serangkum kegemilangan kinerja diraih Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) dan Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) sepanjang 2019. Tidak hanya terjadi peningkatan dari sisi permodalan, tapi juga aset, omset kinerja, sampai jumlah karyawan.

Hal itu nampak dari Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019 yang diadakan di Ballroom The Springs Club Serpong Tangerang. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, dan para perwakilan dari cabang-cabang.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki membuka tirai peluncuran buku Kopsyah BMI di Ballroom The Springs Club Serpong Tangerang, Selasa (21/1/2019)

Dari sisi permodalan, Kopsyah BMI membukukan modal sebesar Rp230 miliar, naik sebesar 23,1%, dari tahun 2018 sebesar Rp189,9 miliar. Untuk aset mengalami kenaikan sebesar 20,9%, dari Rp499,3 miliar menjadi Rp603 miliar.

Sementara itu, untuk omset kinerja naik 22,1%, menjadi Rp840 miliar dari Rp688,1 miliar di 2018. Dari sisi simpanan, naik 24,7%, dari Rp203,3 miliar, menjadi Rp253 miliar. Piutang atau persediaan juga naik 26,7%, menjadi Rp431,1 miliar dari tahun sebelumnya yakni Rp340,2 miĺiar. Jumlah karyawan yang dimiliki Kopsyah BMI juga bertambah, dari 686 orang di 2018, menjadi 761 orang, atau naik 10,9%.

Sementara itu, Earning After Tax (EAT) atau laba setelah pajak juga naik 6,87%, dari tahun sebelumnya Rp16,1 miliar (2018), menjadi Rp17,2 miliar (2019). Yang tak kalah membanggakan adalah kontribusi koperasi kepada negara dalam bentuk pajak meningkat menjadi Rp5,7 miliar, atau naik 15,3%, dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp4,9 miliar.

Kamaruddin Batubara Presiden Direktur Kopsyah BMI tengah memberikan sambutan pada RAT Tahun Buku 2019 di Ballroom The Springs Club Serpong Tangerang, Selasa (21/1/2019)

Capaian pemberdayaan Dana Kebajikan (DK) meningkat menjadi Rp8,4 miliar dari Rp6,2 miliar pada tahun sebelumnya atau naik sebesar 35,5%. Dana kebajikan adalah dana provisi yang besarnya adalah 1% dari 50% penyaluran.

Uniknya, untuk Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS), mengalami penurunan dari Rp4 miliar, menjadi Rp3,9 miliar, turun sebesar 2,5%. Dilaporkan, ini lantaran divisi Ziswaf (Zakat, infaq, sedakah dan wakaf) berkonsentrasi terhadap pengembangan wakaf. Tak heran, wakaf naik fantastis sebesar 288,2%, dari Rp1,7 miliar, menjadi Rp6,6 miliar. Sementara, jumlah anggota tumbuh sebesar 12,6% naik dari 144.545 orang menjadi 162.763 orang.

Sementara itu, untuk Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI), ini adalah tahun pertama pasca dibentuk di Bukit Tinggi, 23 Nopember 2019. Tercatat nilai permodalan Rp8,3 miliat, aset sebesar 19,3 miliar, omset Rp20,8 miliar, piutang atau persediaan sebesar Rp6,6 miliar, dengan jumlah karyawan 100 orang.

Kamaruddin Batubara Presiden Direktur Kopsyah BMI (ke-4 dari kiri) bersama para pengurus Kopsyah BMI

Sebagai koperasi baru, Kopmen BMI tercatat masih minus untuk EAT, sebesar Rp600 juta. Jumlah anggota Kopmen BMI mengalami peningkatan sebesar 40,15%, dari awalnya 56.220 orang, menjadi 78.793 orang. Penyerapan tenaga kerja untuk tukang dan kenek sebanyak 340 orang pada pembangunan rumah dan support konstruksi Kopmen BMI.

Produktifitas Koperasi BMI saat ini, terang Kamaruddin, lahir dari model pembiayaan yang tepat melalui pinjaman qordhul hasan, pertanian dan peternakan. “Koperasi BMI menjadikan aksi sosial sebagai budaya dengan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH), santunan yatim, santunan berobat, santunan pendidikan, santunan dhuafa, ambulan, beasiswa, kejar paket C, sunatan massal, hewan qurban, dan santunan bencana alam yang pada tahun 2019 disalurkan ke lokasi bencana Lombok, Palu, Sumut, tsunami Banten dan banjir bandang di Lebak,” urainya.

Bisnis baru

Pada RAT 2019 ini juga diluncurkan buku tentang Model BMI Syariah yang berisi beberapa tema pokok koperasi untuk Indonesia, koperasi sebagai sosio-preneur. “Koperasi yang lebih dari sekedar koperasi, melayani dengan hati nurani dan menekankan bahwa koperasi harus mandiri, berkarakter dan bermartabat,” kata Kamaruddin.

Juga dilaunching Tour and Travel Koperasi BMI serta Kawasan BMI yang merupakan kawasan dengan luasan 20 hektar, terdiri dari bangunan masjid, rumah sakit gratis, pusat pendidikan islam, sawah waqaf, dan kawasan pabrik.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki tampak berbincang-bincang di tempat acara

Di 2020, Koperasi BMI menggagas bisnis baru yakni pabrik bioethanol dan pabrik pupuk hayati. Selain itu, dilakukan pelantikan beberapa Manager Area Koperasi BMI.

Tema yang diusung pada RAT Tahun Buku 2019 ini adalah ‘Koperasi Untuk Pemberdayaan’. Menurut Kamaruddin, tema ini memberikan tekanan khusus bahwa koperasi merupakan sarana memberdayakan anggota, bukan hanya pada soal simpan pinjam dan bisnis semata”.

Dia menambahkan, koperasi untuk pemberdayaan memiliki dimensi sosiopreneur yang kuat. “Koperasi harus memberikan pembinaan kepada anggota yang mendapatkan pembiayaan. Koperasi juga harus berani menumbuhkan usaha-usaha baru, bukan hanya berkutat pada usaha-usaha yang eksisting. Jika koperasi hanya melayani bisnis yang sudah berjalan, apa bedanya dengan bank,” cetus Kamaruddin. (RN)