Jakarta, innews.co.id – Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak notaris/PPAT yang terjerat hukum dalam melaksanakan tugasnya. Padahal, mereka sudah bekerja sesuai SOP-nya, namun sangkaan sebagai pihak yang turut serta membantu terjadinya kasus hukum kerap dialamatkan kepada para Notaris/PPAT.

Sudah barang tentu ini melahirkan kekecewaan pada banyak Notaris/PPAT. Mereka begitu was-was dalam bekerja. Ada rasa sedikit ketidaknyamanan yang dirasa.

Seringkali juga, para Notaris/PPAT yang terjerat hukum tidak tersentuh oleh perlindungan organisasi (INI – Ikatan Notaris Indonesia atau IPPAT – Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah, red). Entah itu karena ketiadaan informasi yang diperoleh pengurus organisasi atau pun ketidakpedulian dari pengurus untuk membantu rekan seprofesinya.

Oleh karena itu, lahirlah gagasan untuk menghadirkan lembaga yang dapat mengawal para Notaris/PPAT sehingga ketika harus berhadapan dengan perkara, mereka tidak sendirian.

Gagasan itu diwujudnyatakan oleh Dr. Hapendi Harahap, SH., MH., salah seorang Notaris/PPAT senior dengan membentuk Yayasan Phakar. Peluncuran yayasan ini dilakukan di Hotel Aston Prority, Jakarta, Senin (27/8). Suasana semarak tampak mengaura jelas pada acara tersebut.

Tampak hadir sejumlah tokoh Notaris/PPAT, baik dari Jakarta maupun luar daerah. Mereka menyambut baik lahirnya yayasan ini, sehingga bilamana terseret pusaran masalah, maka para Notaris/PPAT sudah tahu harus menghubungi siapa.

Dalam sambutannya Dr Hapendi Harahap mengatakan, “Yayasan Phakar siap membantu Notaris/PPAT yang terseret masalah hukum. Namun, apabila masalahnya sudah ditangani organisasi, maka yayasan ini akan terus mengawal sampai selesai”.

Pada kesempatan itu juga, Hapendi menyampaikan bahwa ada 4 bidang yang menjadi fokus yayasan ini ke depannya yakni, bantuan hukum, sebagai lembaga konsultan hukum, penelitian dan pengembangan, serta pendidikan dan pelatihan.

Sementara itu Ellis Daini, SH., M.Kn selaku Ketua Pengurus Yayasan Phakar usai acara mengatakan, yayasan ini dibentuk memang untuk melindungi para Notaris/PPAT dalam menjalankan tugasnya.

Acara launching diisi dengan penandatangan akta pendirian yayasan dihadapan Notaris Bambang Tristianto, SH., MH. Duduk sebagai Ketua Pembina Yayasan Phakar yakni Alwesius, SH., MH.

Tidak hanya berkecimpung di dunia hukum, yayasan ini, oleh Otty H.C. Ubayani, SH., M.Kn, yang juga hadir pada acara tersebut, diusulkan agar yayasan ini juga bergerak di bidang sosial. Dan itu langsung direspon positif, di mana pada 30 Agustus lalu tim yang dipimpin langsung oleh Dr Hapendi Harahap datang dan memberi bantuan bagi korban gempa di Lombok, NTB. (RN)