Para Pengurus YDSU bersama gereja-gereja di Surabaya dalam acara Seminar Penebusan di Dyandra Convention Center Surabaya, Jawa Timur, yang dihadiri lebih dari 2.000 orang dari berbagai denominasi gereja, Jumat (11/10/2019).

Surabaya, innews.co.id – Enam dari 12 buku seri ‘Sejarah Penebusan’ ditulis oleh Pdt. Abraham Park, D.Min., D.D., telah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia. Memperdalam kesejarahan akan membuat kita lebih memahami ke-Mahakuasaan Ilahi.

Buku-buku karya Pdt. Abraham Park, D.Min., D.D.

Tentu bukan perkara mudah bagi Abraham Park untuk menuliskan sebuah sejarah yang sudah berlangsung ribuan tahun silam. Namun dengan hikmat dari Tuhan, buku tersebut dirampungkan.

Suasana seminar Buku Seri Penebusan di Dyandra Convention Center Surabaya, Jawa Timur, Jumat (11/10/2019)

Selama 3 tahun, 6 bulan, dan 7 hari, penulis berdoa dan membaca Alkitab diatas Gunung Jiri di Korea. Penulis bertahan hidup sendirian, dengan hanya makan beras yang direndam dengan air. Ia terus berdoa dan membaca Alkitab hingga mendapat pencerahan Roh Kudus dan mulai menulis draft buku seri ‘Sejarah Penebusan’. Ketika kehabisan kertas, Abraham Park menulis menggunakan daun kudzu.

Pendeta Abraham Park sosok hamba Tuhan yang telah membaca Alkitab lebih dari 1.800 kali dan senantiasa menekankan “Hanya Yesus” didalam hidupnya.

Pdt. Dr Phillip Lee memberikan pemaparan tentang Buku Seri Penebusan

Karya-karyanya kini telah diterjemahkan kedalam 18 bahasa di dunia, 10 buku telah diterbitkan dalam Bahasa Korea.

Tidak hanya menerbitkan buku, juga diadakan seminar ‘Sejarah Penebusan’ yang telah diadakan di lebih dari 18 negara di seluruh dunia diantaranya, Amerika Serikat, Korea Selatan, Inggris, Cina, Jerman, Rusia, Indonesia, dan Bangladesh.

Ketua Pembina Yayasan Damai Sejahtera Utama, Ferry Tandiono

Di Indonesia sendiri, kupasan buku ini telah dilakukan beberapa kali. Terakhir, dilaksanakan di Dyandra Convention Center Surabaya, Jawa Timur, yang dihadiri lebih dari 2.000 orang dari berbagai denominasi gereja, Jumat (11/10/2019). Pada kesempatan ini dikupas buku ‘Sejarah Penebusan’ seri pertama berjudul “Silsilah di Kitab Kejadian”.

Ketua Yayasan Damai Sejahtera Utama, Sentosa Ishak, M.Div

Antusiasme umat begitu besar. Seminar ini diadakan oleh Yayasan Damai Sejahtera Utama (YDSU) bekerjasama dengan BAMAG Jawa Timur, PGS Kota Surabaya, PGLII Kota Surabaya, dan PGPI Kota Surabaya. Banyak juga mahasiswa dari Sekolah Tinggi Teologia (STT) yang ada di Jawa Timur diantaranya, STAS Deu, Sola Gratia, Exelcius, STTI, Happy Family, Sabda Alam, Tabernakel, STT Amadeus, dan banyak lagi.

Sekitar 2.000 umat Kristen memadati tempat acara di Dyandra Convention Center Surabaya, Jawa Timur

Pemaparan buku ini disampaikan oleh Pdt. Dr Phillip Lee. Dijelaskan, buku seri pertama ini membahas silsilah Adam sampai kepada Abraham. “Dari silsilah ini, yang Tuhan paling tekankan adalah pewarisan iman,” ujar Phillip Lee.

Dikisahkan, Adam mati di usia 930 tahun, ketika Lamekh generasi kesembilan dari Adam berusia 56 tahun. Kita bisa mengetahui Adam diberkati dengan umur panjang demi terus mewariskan iman kepada keturunan-keturunannya. Pewarisan iman tampak dari penamaan Nuh oleh Lamekh. Nuh artinya Sabat atau istirahat. Lamekh menamai anaknya Nuh demikian karena Lamekh mengharapkan istirahat dari tanah yang dikutuk Tuhan. Kutukan terhadap tanah terjadi di Taman Eden. Dan hanya Adam yang tahu. Peristiwa ini diketahui Lamekh dari Adam. “Maka saudara jika mau panjang umur, ajarkan firman Tuhan,” seru Phillip Lee.

Para panitia yang bertugas

Buku-buku seri Sejarah Penebusan dapat diperoleh di toko-toko buku Kristen, marketplace online, dan juga tersedia dalam bentuk e-book di Google Book. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di www.sejarahpenebusan.com, IG Sejarah Penebusan, dan FB Sejarah Penebusan. Kelas-kelas online pun dapat diikuti di grup FB Kelas Online Sejarah Penebusan. (RN)