Otty H.C. Ubayani Ketua Umum YKCHI, peduli masa depan para Notaris/PPAT

Jakarta, innews.co.id – Banyak pihak menilai kualitas Notaris/PPAT sekarang tidak sebaik generasi dulu. Model pendidikan menjadi salah satu faktornya. Benarkah demikian?

Ketika coba dikonfirmasi, Otty H. Chandra Ubayani, SH., Sp.N., MH., Notaris/PPAT senior sekaligus Ketua Umum Yayasan Komunitas Cendekiawan Hukum Indonesia (YKCHI) mengatakan, tidak juga demikian. “Itu tergantung nasing-masing pribadi. Mungkin karena calon-calon notaris dulu lebih dicekokin dengan ilmu dan sekolahnya lama. Ditambah lagi, didikan dosen-dosen jaman dulu begitu keras. Banyak yang super killer. Begitu juga kalau kita tidak lulus satu mata kuliah harus mengulang lagi tahun depan. Mungkin kalau sekarang banyak yang menerapkan sistem paket,” urainya saat ditemui di sela-sela Rapat YKCHI di bilangan Tebet, Jakarta, Kamis (14/11/2019) .

Masih membekas di ingatan Otty, kalau dulu seorang yang tidak tahan mental kuliah di bidang kenotariatan, pasti akan putus ditengah jalan.

Otty Ubayani saat mengikuti sebuah acara

Begitu juga soal kuantitas, dimana dulu masih sangat sedikit jumlah Notaris/PPAT, sekarang kan sudah banyak.

Otty kurang setuju bila dikatakan bermunculannya kasus-kasus pada Notaris/PPAT lantaran kualitas yang menurun. “Tidak juga demikian. Itu kembali pada pribadi masing-masing saja,” tuturnya.

Selain itu, oknum-oknum atau mafia-mafia lebih pintar melibatkan Notaris/PPAT dalam sengketa yang terjadi. Karenanya, Otty menyarankan agar Notaris/PPAT bisa lebih aware sebelum menerima pekerjaan. Lakukan pengecekan, terutama pada kerjaan-kerjaan yang berpotensi terjerat hukum.

Kerinduannya membekali para calon Notaris/PPAT atau yang sudah disumpah, Otty dan kawan-kawan membentuk YKCHI yang salah satu programnya adalah memberikan pelatihan. “Kami tidak lagi bicara sebatas ilmu kenotariatan, tapi lebih pada hal-hal yang didasarkan pada pengamaman selama bekerja,” terang Otty. Tak heran, para pembicara yang tampil pada pelatihan YKCHI selalu yang memiliki ‘jam terbang’ mumpuni.

Menurut Otty, YKCHI ingin mereka yang ikut pelatihan bisa menjadi SDM Unggul dan siap ‘tempur’ di ajang globalisasi. Rupanya program ini selaras dengan visi Presiden Joko Widodo, khususnya bagaimana mendidik seseorang menjadi SDM Unggulan di Indonesia. “YKCHI mencetak SDM Unggulan yang siap berpraktik,” tandas Otty.

Selain itu, YKCHI juga membuat terobosan-terobosan dengan membuka peluang-peluang advokasi bagi investasi, baik bagi investor Indonesia yang mau berinvestasi di luar negeri ataupun investor asing yang ingin menanamkan investasinya di Indonesia. (RN)