Yogyakarta, innews.co.id – Untuk kesekian kalinya Yogyakarta berhasil menggelar perhelatan akbar Pra Kongres Ikatan Notaris Indonesia (INI), di Hotel Alana, Yogyakarta, 19-20 Oktober 2018.

Keberhasilan Yogyakarta sebagai tuan rumah tentu tak lepas dari kinerja panitia lokal yang bekerja keras sejak 3 bulan lalu.

Hal itu disampaikan Ch Nuning Nugraha, SH., Koordinator Publikasi dan Dokumentasi Panitia Pelaksana Pra Kongres INI, di Hotel Alana, Yogyakarta, Sabtu (20/10).

Menurut Nuning yang juga Notaris di daerah Sleman tersebut, “Kami (panitia, red), belajar dari Kongres IPPAT di Makassar yang katanya amburadul,. Sehingga dalam pelaksanaan kali ini kami berbuat yang terbaik”.

Hal menarik dari kinerja panitia adalah menggunakan sistem digitalisasi, mulai dari pendaftaran sampai saat masuk ke ruang pleno atau upgrading, dengan sistem barcode.

“Semua kinerja panitia dilakukan dengan sistem digital,” kata Nuning yang dalam melaksanakan tugasnya didampingi oleh Chaidir A.M, SH., M.Kn., (Notaris Kulo Progo), Yoga Mahendra, SH., M.Kn., (Notaris di Kota Yogyakarta), dan Linda Harleyani, SH., M.Kn (Notaris Kabupaten Bantul) ini.

“Data base INI sudah bagus dan itu tentu saja memudahkan panitia untuk bekerja,” aku Nuning.

Kinerja yang baik dari panitia Pra Kongres INI di Yogyakarta selayaknya menjadi acuan bagi Panitia Kongres yang rencananya akan diadakan di Makassar, Sulsel, tahun depan.

Nuning dan rekan-rekan berharap penyelenggaraan Kongres INI di Makassar bisa berjalan lancar. Banyak anggota INI merasa sedikit khawatir dengan penyelenggaraan Kongres INI di Makassar berkaca dengan penyelenggaraan Kongres ke-7 IPPAT yang begitu riuh redam. (RN)