Ketua Umum INI Yualita Widyadhari, SH. M.Kn

Yogyakarta, innews.co.id – Sebagai petahana, pencalonan kembali dirinya tentu bisa mengganggu sisa periode kepemimpinannya. Dengan kata lain, ia bisa tidak fokus dalam memimpin.

Namun, tidak demikian dengan Yualita Widyadhari, SH., M.Kn., Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (INI) periode 2016-2019 yang oleh 33 pengurus wilayah kembali dicalonkan sebagai Ketua Umum PP INI untuk periode 2019-2022.

“Saya bersyukur teman-teman di INI masih mempercayakan saya kembali untuk memimpin INI. Namun, izinkan saya menuntaskan program-program INI di sisa waktu kepengurusan periode 2016-2019,” ujar Yualita usai penutupan Upgrading INI di Hotel Alana, Yogyaiarta, Sabtu (20/10) malam.

Lebih jauh Yualita mengatakan, “Setelah ditetapkan oleh Tim Verifikasi, bakal calon ketua umum, saya berharap kita semua menjaga nama baik organisasi dan memberi kemanfaatan bagi anggota. Kita semua bersaudara”.

“Saya yakin, yang terpilih menjadi bakal calon ketua umum adalah sosok yang dianggap punya kemampuan dalam memimpin organisasi. Karena itu, kita juga harus memberi contoh kepada segenap anggota INI dengan proses yang terbaik,” ujarnya.

Meski telah diusung kembali, namun Yualita tetap ingin menuntaskan program kerja di periode 2016-2019. “Tanpa mengurangi rasa hormat kepada teman-teman, izinkan saya menuntaskan program-program kerja di kepengurusan sekarang,” tandasnya.

Yualita memaparkan, saat ini ia bersama rekan-rekan tengah membuat pedoman kerja yang diharapkan dalam 1-2 kali pertemuan bisa selesai. Demikian juga MoU dengan berbagai pihak sementara Kejaksaan, Ombudsman, Komisi Yudisial, OJK, dan lainnya.

“Saya merasa tidak terganggu meski dicalonkan kembali. Saya berupaya tetap fokus menuntaskan program-program yang ada. Saya ingin semua berjalan alamiah saja,” ujar Yualita lagi.

Dalam menjalankan roda organisasi INI, Yualita mengaku hampir setiap hari tidak pernah berada di kantor. Bahkan dirinya dalam sehari bisa berkunjung ketiga daerah berbeda. “Sebagai Ketua Umum, tentu saya merasa punya tanggung jawab besar menjaga jalannya organisasi dengan baik,” tutur Yualita.

Bicara soal Permen No. 25 tahun 2017, Yualita mendesak pemerintah bisa membuat Peraturan Menteri yang baru. “Sekarang banyak ALB yang galau. Karena itu, saya menyerukan bisa segera keluar Permen yang baru,” tukasnya. (RN)