Jakarta, innews.co.id – Pancasila adalah pemersatu bangsa, bukan pemecah belah. Sepanjang kita pahami sila-sila dalam Pancasila, maka perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan bangsa. Menghadapi Pemilu Serentak 2019, bila kita memahami Pancasila, maka pilihan yang berbeda tidak akan membuat kita terpecah.

Penegasan ini disampaikan Ketua MPR RI Dr (HC) H. Zulkifli Hasan, SE., MM., dalam acara Temu Tokoh Kebangsaan Bersama Forum RT dan RW se-Kota Administrasi Jakarta Timur kerjasama MPR RI dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur di Gedung C, Kantor Walikota Jakarta Timur, Kamis (11/4/2019) pagi.

Pada kesempatan itu Zulkifli menegaskan bahwa Pemilu bukan perang badar, melainkan memilih anak bangsa yang terbaik yang bisa membawa bangsa dan negara ke arah yang lebih baik lagi.

Pemilu hanya agenda politik biasa. Terlalu berat kalau hanya gara-gara Pemilu, terjadi perpecahan di tengah bangsa.

Selama ini, Pemilu hanya dianggap pesta satu hari. Yang terjadi adalah selingkuh antara kandidat pemimpin dan rakyatnya. Calon bagi-bagi uang, sembako, dan lainnya. Yang terjadi politik transaksional.

Karena merasa telah mengeluarkan modal, maka pemimpin yang dipilih akan berusaha mengembalikan uangnya.

Zulkifli mengajak semua pihak untuk benar-benar memahami 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Itu menjadi modal kuat bagi bangsa ini guna memelihara kesatuan dan persatuan. Baik pelaksanaan Pemilu maupun sesudahnya kita harapkan semua bisa berjalan lancar,” imbuhnya. (RN)