Konsep pembangunan menarik dari Anugerah Sejahtera Group (ASG)

Jakarta, innews.co.id – Tahun ini, Anugerah Sejahtera Group (ASG) genap berusia 12 tahun. Sebuah perjalanan yang cukup panjang dan berliku telah dilalui, berikut dengan suka-dukanya. Namun, semuanya disyukuri dan dipandang sebagai pelecut untuk lebih baik lagi kedepannya.

Seperti disampaikan CEO Anugerah Sejahtera Group yang menaungi ASL Benlis Butarbutar (45 tahun) dalam pesannya kepada innews, Kamis (9/4/2020). “Kita bersyukur bisa memasuki usia 12 tahun. Masih muda, namun banyak hal telah kita lakukan,” terang Benlis.

Benlis Butarbutar CEO Anugerah Sejahtera Group

Menurutnya, salah satu perkembangan yang dirasakan antara lain mengalami peningkatan aset. Demikian juga tim manajemen lebih baik. “Hanya saja, dari sisi penjualan terjadi penurunan, terlebih akhir-akhir ini,” aku Benlis.

Dipaparkan, selama 12 tahun, ASL salah satu bagian dari holding ASG telah membangun dan memasarkan 10 lokasi proyek perumahan kelas menengah atas dan 4 lokasi proyek pertokoan komersial di Jakarta, Bogor, dan Bekasi. “Saat ini, kami tengah mengembangkan 3 lokasi proyek perumahan, masing-masing di Jakarta, Bogor, dan Serpong, serta satu lokasi di kawasan Bogor untuk proyek komersial,” urai Benlis yang juga dipercaya sebagai Sekretaris Umum marga Butarbutar se-Indonesia dan luar negeri ini.

Model hunian yang trendy dari Anugerah Sejahtera Group

Benlis pun terus mengembangkan sayap usahanya dengan merambah bisnis manajemen rumah sakit, perikanan, dan ekspedisi. Kini, ASG telah memiliki anak usaha di bidang pengembangan properti (residensial dan komersial), konstruksi, manajemen rumah sakit, dan pemasaran properti.

Dalam membangun perumahan, Benlis mengaku, perusahaannya fokus pada perumahan ekslusif kelas menengah atas, pertokoan, dan penyewaan lahan komersial.

Anugerah Sejahtera Group terus membangun Indonesia

Ditanya rencana kedepan, dengan lugas Benlis menjelaskan, tetap konsisten membangun dan memasarkan proyek eksisting. Juga menyewakan lahan-lahan komersial yang sudah diakuisisi/dimiliki. Selain itu, membangun tim manajemen yang handal, kreatif, dan inovatif serta berbasis teknologi.

“Kami juga membangun kemitraan/kolaborasi dengan pihak-pihak ketiga seperti, pemilik tanah, kontraktor dan investor. Menariknya lagi, kami akan menjajaki bisnis baru yang mendatangkan nilai ekonomi bagi perusahaan,” jelas Benlis.

Diakuinya, saat pandemi corona sekarang ini, dari sisi omzet bisnis mengalami penurunan. “Harapan kami semoga pandemi corona ini bisa cepat berlalu. Saya mendoakan agar pemerintah pusat dan daerah bisa bekerja maksimal sehingga wabah ini bisa dihentikan tanpa harus memakan korban jiwa lebih banyak lagi. Demikian juga rakyat Indonesia bisa diberi kekuatan dan saling bahu membahu untuk mengatasi masalah ini,” tukas Benlis. (RN)