Pandapotan Sinaga, SE., MM.

Jakarta, innews.co.id – Hasil Pemilu 2014 memang cukup menggembirakan karena untuk wilayah Jakarta Pusat mendapat 3 kursi untuk DPRD DKI Jakarta. Padahal, harusnya PDI-P mendapat 4 kursi.

Untuk itu, pada Pemilu 2019 ini, PDI-P menargetkan untuk wilayah Jakarta Pusat bisa mendapat 4 kursi di DPRD DKI Jakarta.

Penegasan itu disampaikan Pandapotan Sinaga, SE., MM., Ketua DPC PDI-P Jakarta Pusat yang juga Anggota DPRD DKI Jakarta, ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/8). Menurut Bang Naga—sapaan akrabnya, “Kami menargetkan bisa mendapat 4 kursi, atau paling tidak mempertahankan jumlah suara yang diperoleh pada Pemilu 20194 lalu”.

Tentu bukan perkara mudah, namun Pandapotan berkeyakinan itu bisa terwujud. “Kami akan bersinergi untuk semua calon legislatif untuk menambah suara partai, bukan untuk melakukan perseteruan atau friksi,” jelas Bang Naga.

Wilayah Jakarta Pusat yang mencakup 8 kecamatan dan 44 kelurahan ini, nantinya para caleg akan disebar untuk bisa mendulang suara, baik di wilayahnya atau lewat kelompok-kelompoknya. “Kita bersinergi untuk bisa menghasilkan sesuatu yang besar,” tandasnya.

Dijelaskan pula, selama ini simpatisan PDI-P di wilayah Jakarta Pusat begitu loyal. “Saya mengedepankan kebersamaan dan menghilangkan kelompok-kelompok. Saya bebaskan masyarakat untuk sebebas-bebasnya berkomunikasi dengan pengurus PDI-P di cabang Jakarta Pusat,” jelasnya.

Diakui Bang Naga, saat ini semakin banyak masyarakat DKI Jakarta yang kurang puas dengan kinerja Gubernur-Wakil Gubernur sekarang. “Ya memang banyak masyarakat yang kurang puas. Tapi, kembali lagi itu sudah menjadi pilihan masyarakat Jakarta yang kita tidak tahu apa motifnya,” tandas Bang Naga. Meski begitu, dirinya menganggap PDI-P di wilayahnya cukup solid.

Dia menjelaskan, pertarungan di 2019 nanti, khusus di wilayah Jakarta Pusat bakal alot. Sejumlah nama berpengaruh muncul. Meski demikian, Bang Naga tetap optimis, Jakarta Pusat akan tetap merah. “Kita harus ‘merahkan’ Jakarta Pusat,” tegasnya.

Karena itu, setelah keluar daftar pemilih tetap (DCT), ia akan mengumpulkan para calon legislatif (caleg), untuk membahas soal strategi dan melihat kekuatan-kekuatan para caleg untuk dapat disinergikan. (RN)