Abdul Kadir Jailani Direktur Asia Pasifik dan Afrika di Kementerian Luar Negeri RI

Jakarta, innews.co.id – Sosok Abdul Kadir Jailani dikenal sebagai seorang yang eksentrik. Dengan rambut putihnya, ia dikenal sebagai seorang negosiator sekaligus diplomator ulung. Tak heran, mantan Duta Besar RI untuk Kanada ini pernah dianugerahi penghargaan sebagai Digital Head of Mission sebagai bentuk apresiasi Kementerian Luar Negeri RI bagi Duta Besar dan Perwakilan RI yang aktif menggunakan media sosial dalam pelaksanaan diplomasinya.

Karir Jailani di Kemenlu terbilang cemerlang. Pria yang melewati pendidikan SD hingga Universitas di Jawa Timur ini, setamat kuliah melanjutkan pendidikan diplomat di Jakarta. Karir awalnya di Kemenlu sebagai foreign service officer (diplomat). Sejumlah jabatan penting ia duduki, mulai dari penempatan di Belanda, hingga berkarir di United Nation di Geneva sebagai ahli di bidang pelucutan senjata, berlanjut sebagai Security Counsel di New York City.

Abdul Kadir Jailani Direktur Asia Pasifik dan Afrika di Kementerian Luar Negeri RI bersama istri (kanan)

Meski berlatar belakang hukum, namun pria yang dikenal low profile ini sarat berbagai pengalaman. Saat kembali ke Jakarta, ia pun pernah ditempatkan sebagai Direktur di bagian perjanjian Ekonomi.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga ini juga piawai di bidang pendidukan, ekonomi, sosial budaya, dan politik. Tak heran, ia pernah ditempatkan sebagai Konsul Jenderal RI di New York City selama 2,5 tahun. Dua posisi penting pernah ia duduki bersamaan dalam karirnya yakni, Duta Besar RI di Kanada dan Wakil Tetap Indonesia di The International Civil Aviation Organization yang berpusat di Montreal, Kanada.

Sebagai diplomat, dirinya ditempa untuk senantiasa menjaga kerukunan dan keguyuban, bukan hanya warga Indonesia di luar negeri, tapi juga relasi orang Indonesia dengan orang asing. Tentu ini bukan perkara mudah, namun ayah dari dua putra ini sanggup melaksanakan tugasnya dengan baik.

Abdul Kadir Jailani (tengah) usai menerima penghargaan bergengsi

Keberhasilannya membangun relasi internasional, membuat dirinya dipercaya sebagai Direktur Asia Pasifik dan Afrika di Kemenlu kini. Dengan tugas yang demikian luas, dirinya terpanggil untuk membangun almamater tercintanya melalui Ikatan Alumni Universitas Airlangga.

“Saya rindu bagaimana Unair bisa semakin berkiprah di dunia internasional, baik dari sisi peringkat universitas maupun kemampuan lulusannya,” kata Jailani, Senin (14/6/2021). Dengan begitu, tentu memberi nilai positif bagi kampus dan para mahasiswanya.

Ibarat kacang tak lupa akan kulitnya, kerinduannya membangun Unair melalui IKA UA merupakan panggilan jiwa yang tak bisa ditolak. Karenanya, pada Kongres IKA UA, Juli nanti, Jailani memberanikan diri maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum Pengurus Pusat IKA UA. “Saya berharap dukungan dan doa dari semua pihak agar niat tulus ini bisa terjawab dengan ridho Allah SWT,” pungkasnya. (RN)