Webinar yang diadakan oleh Komite Masyarakat Danau Toba, Rabu (1/7/2020)

Jakarta, innews.co.id – Ketidakikutsertaan pimpinan daerah di wilayah Toba dan Samosir dalam dua kali penyelenggaraan Webinar yang digagas oleh Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) secara khusus disoroti oleh Ketua Umum KMDT Edison Manurung.

“Tidak ada respon dari Bupati Toba dan Samosir dalam dua kali Webinar. Ini menjadi catatan khusus KMDT,” ujar Edison kepada innews, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, kalau memang Bupati berhalangan, bisa menugaskan wakilnya atau kepala dinas. Kalau pun semua sibuk, bisa saja ditugaskan Eselon IV agar ikut. Sebab, acara ini begitu penting. Sekelas Ketua MPR dan pejabat di kementerian saja memberi respon dan mau ikut serta.

“Itulah kendala pemimpin di Kawasan Danau Toba, sering tidak menghargai Undangan Resmi. Kapan majunya,” tandas Edison lagi.

Secara marathon, KMDT menyelenggarakan dua kali webinar guna mengupas tuntas soal pengembangan Danau Toba, baik strategi maupun langkah-langkah sebagai masukan bagi pemerintah pusat dan daerah.

Webinar ke-2, Rabu (1/7/2020), diikuti oleh 250 orang yang terdiri dari para Ketua Marga, Anggota DPR, akademisi, tokoh agama, dan Komunitas Penggiat Danau Toba dengan tema ‘Strategi Dalam Rangka Mewujudkan Percepatan Wisata Danau Toba Mendunia Era Jokowi di New Normal’. Ketua DPR RI Dr (HC) Puan Maharani tampil sebagai keynote speaker pada kesempatan tersebut.

Menurut Edison, pasca Covid-19 direncanakan DPP KMDT, DPD KMDT se-Kawasan Danau Toba bersama
Gubernur Sumatra Utara dan Bupati se-Kawasan Danau Toba, akan mengadakan Pesta Danau Toba dalam rangka mempromosikan pariwisata Danau Toba ke mancanegara. Secara khusus, KMDT akan mengundang Ketua MPR dan Ketua DPR untuk bisa hadir. (RN)