Jumpa pers kasus penipuan melalui robot trading

Jakarta, innews.co.id – Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri berhasil membekuk lima tersangka dalam perkara penipuan berkedok investasi ilegal, termasuk bos pengelola robot trading Fahrenheit, Hendry Susanto.

Seperti diketahui, Hendry Susanto adalah Direktur Utama PT FSP Akademi Pro, penjaja Fahrenheit, aplikasi robot trading pada aset kripto. Hendry Susanto saat ini ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri. Sementara empat tersangka lain, yakni D, IL, DB, dan MF, ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

“Jumlah kerugian yang dialami korban robot trading Fahrenheit ditaksir mencapai ratusan miliar,” kata Kasubdit V Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Mamun, dalam keterangan persnya, Rabu (23/3/2022).

Dari 18 korban yang kita mintai keterangan (kerugian) baru ratusan miliar. Para korban itu mewakili kelompoknya masing-masing. Itu rupanya mereka mewakili kelompok-kelompoknya, jadi satu kelompok itu ada 15 ada 20 orang, ada 100 orang, katanya.

Dipastikan polisi akan terus mengusut kasus investasi ilegal robot trading Fahrenheit.

Selain Fahrenheit, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan banyak perusahaan investasi ilegal. Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK mencatat sudah menutup 1.072 platform investasi ilegal. Khusus pada tahun 2022, setidaknya sudah ada 21 platform investasi ilegal yang sudah ditutup OJK.

Belakangan, modus yang digunakan investasi ilegal adalah binary option, robot trading, hingga pencatutan nama entitas resmi melalui media sosial seperti telegram. (RN)