DR. Djonggi M. Simorangkir, SH., MH

Oleh: DR. Djonggi M. Simorangkir, SH., MH*

Bagi orang Kristen–terutama bagi mereka yang rajin membaca Alkitab (Bible), atau sering beribadah di gereja, tentu sudah biasa mendengar kisah-kisah, baik yang sifatnya menegur, memotivasi, atau melukiskan sebuah perjuangan hidup.

Hal ini tentu bisa menumbuhkan spirit dan iman. Tidak ada alasan bagi orang Kristen untuk tidak bersiap-siap atau siap tempur dalam menghadapi segala kemungkinan permasalahan yang akan dihadapi. Semua hidup dan kehidupan sekarang sudah diterangkan dalam Injil. Beberapa contoh kisah dalam Alkitab yang dapat memberi pelajaran penting di antaranya:

Kevin Simorangkir, DR. Djonggi, DR. Ida Rumindang, Glenn Felix, Cand.DR., HKBP Indonesian Lutheran Church, Fontana, California, USA

1. Kisah mengumpulkan hasil panen. Bahwa yang paling banyak dan terkenal dalam pengumpulan hasil panen adalah yang dilakukan Yusuf bin Yakub ketika dia di tanah Mesir (Kejadian 41: 47- 49); namun tidak ada respon yang menertawakan. Sampai orang berhenti menghitung jumlah panen sebab tidak terhitung jumlahnya. Yusuf melakukan hal tersebut untuk mengantisipasi datangnya musim kelaparan.

2. Kisah gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh (Matius 25:1-13).
Ada 10 gadis, 5 gadis yang bijak dan 5 yang bodoh. Kelima gadis yang bijak sudah mempersiapkan pelita, berikut minyaknya guna menerangi rencana perjalanannya. Tetapi 5 gadis yang bodoh juga mempersiapkan pelita, namun tidak mempersiapkan minyak guna menghidupkan pelitanya.

3. Kisah kehidupan Nabi Nuh (Kejadian 6-9). Nuh diminta Allah mempersiapkan bahtera (perahu) yang sangat besar. Lalu memasukkan keluarga dan segala jenis hewan kedalam bahtera yang dibuatnya. Sehingga selamatlah Nuh, keluarga, dan segala isinya dari kebinasaan akibat air bah.

Dgn pak Sekjen HKBP Pdt. David Sibuea saat acara thanks giving dgn sebagian Warga HKBP Fontana California, USA

Dari uraian-uraian yang terdapat dalam Injil tersebut, orang- orang Kristen harus jauh-jauh hari sudah mengetahui dan mempersiapkan segala sesuatu dalam situasi apapun yang akan terjadi didunia ini, termasuk menghadapi pandemi virus korona yang tengah melanda dunia. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak siap. Semua harus siap, seperti yang telah diterangkan dalam Firman Tuhan.

Sebagai ilustrasi, seperti seekor monyet (bodat/herek) yang selalu menyimpan makanan di pipinya. Monyet akan makan sedikit demi sedikit, sehingga ia selalu punya stok makanan. Demikian juga keluarga Kristen harus sudah mempersiapkan rumah tangganya dengan baik seperti yang telah diajarkan para pendeta dalam penggembalaan pranikah agar menjadi keluarga yang terukur dan hidup sejahtera.

Demikian juga peranan gereja sangat dibutuhkan dalam penggembalaan jemaat agar tidak ada umat yang hilang. Tuhan Yesus memberkati.

* Penulis adalah Ketua Umum IKA NHKBP Sidorame Medan se-Indonesia/Dunia; Wakil Ketua Dewan Penasihat DPN PERADI; Mantan Panitia Nasional Jubileum 150 tahun HKBP; dan Anggota Jemaat HKBP Menteng, Jl. Jambu Jakarta