Kondisi mal di Jakarta di masa pandemi Covid-19

Jakarta, innews.co.id – Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyambut baik penerapan PSBB Transisi di DKI Jakarta. Bagi APPBI, ini lebih baik daripada diberlakukan PSBB Diperketat.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang PSBB transisi mulai 4 Januar hingga 17 Januari mendatang. Tujuannya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Ibu Kota yang saat ini masih tinggi.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja mengatakan, kebijakan PSBB transisi yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta masih lebih baik dibandingkan pengetatan PSBB. Karena jika PSBB ditarik kembali atau kebijakan rem darurat diambil lagi dampaknya akan sangat besar bagi pengusaha pengelola mal.

“Untuk saat ini PSBB Transisi adalah masih lebih baik daripada PSBB Ketat,” ujarnya, Selasa (5/1/2021).

Berdasarkan kebijakan pengetatan kembali PSBB, jumlah pengunjung mal turun drastis. Bahkan, jumlah pengunjung mal hanya tersisa sebesar 10% saja.

“Dari pengalaman sebelumnya, saat PSBB Ketat yang lalu sangat memberatkan karena tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan hanya tersisa sekitar 10% saja,” jelasnya.

Yang perlu diperhatikan, kata lanjut Alphonzus, adalah pentingnya pemberlakuan dan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Dirinya berharap agar aturan dan himbauan tersebut bisa direalisasikan dengan sebaik-baiknya guna mengurangi dampak dan potensi penularan Covid-19.

Implementasi penerapan protokol kesehatan jangan hanya dijalankan satu pihak saja. Akan tetapi perlu dukungan semua pihak dari mulai pemerintah hingga masyarakat. (BY)