Jumpa pers Panitia Paskah Nasional 2022 bersama Bupati Kabupaten Talaud di GPIB Immanuel, Gambir, Jakarta, Rabu (24/4/2022)

Jakarta, innews.co.id – Puncak Perayaan Paskah Nasional 2022, akan dilaksanakan di Melonguane, Ibu Kota Kabupaten Talaud, Selasa, 17 Mei 2022, mendatang. Rencananya perhelatan akbar tersebut akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Sejatinya, perayaan Paskah sudah dimulai sejak jauh-jauh hari. Seperti disampaikan Ketua Umum Panitia Paskah Nasional 2022, Dr. Jan Samuel Maringka, dalam jumpa persnya di GPIB Immanuel, Gambir, Jakarta, Rabu (24/4/2022).

Jan menerangkan, rangkaian acara diawali oleh ibadah bersama di Gedung GERMITA Bukit Sinai, Melonguane, Kabupaten Talaud. Dilanjutkan dengan “Jalan Salib”, di mana Salib Paskah diarak menuju Monumen Tuhan Yesus Raja Memberkati di Melonguane, Kamis, 14 April 2022 lalu.

Pdt Gomar Gultom menyampaikan khotbah pada ucapan syukur Paskah Nasional 2022

“Selanjutnya, akan diadakan Simposium Nasional, 10-15 Mei 2022, mengenai nilai-nilai Paskah yang dikontribusikan bagi pembangunan nasional. Sedang puncak perayaan Paskah Nasional 2022, akan diadakan di Melonguane, Selasa, 17 Mei 2022, yang diisi dengan ibadah dan perayaan. Dalam puncak perayaan Paskah tersebut, rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan didampingi sejumlah menteri,” urai Jan.

Rangkaian acara ditutup dengan pencanangan gerakan pembangunan daerah perbatasan secara nasional pada 23 Mei 2022 di Kabupaten Kepulauan Talaud. “Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pengucapan syukur yang dikolaborasikan dengan kegiatan adat dan budaya Talaud,” terangnya.

Dalam rangka mensukseskan Paskah Nasional 2022 ini, dilaksanakan acara Doa Bersama Rabu (27/4/22) di GPIB Immanuel Jakarta. Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Gereja Nasional, beberapa pimpinan sinode dan warga gereja di Jakarta dan sekitarnya. Hadir juga secara langsung Ketua Panitia, Dr. Jan S. Maringka, Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Elly Engelbert Lasut, Hakim Konstitusi, Dr. Daniel Yusmik Foekh, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), Ronny Sompie, dan lainnya.

Disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud dengan didukung oleh 8 Organisasi Gereja di Tingkat Nasional, yaitu: Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Persekutuan Gereja-gereja Pentekosta di Indonesia {PGPI), Persekutuan Baptis di Indonesia (PBI), Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), Bala Keselamatan, dan Gereja Ortodoks Indonesia (GOI), mendapat mandat untuk melaksanakan Paskah Nasional 2022 dengan tema “Tak Terpisahkan Dari kasih Allah” (Bdk. Roma 8:38-39).

Dalam siraman khotbahnya, Pdt Gomar Gultom menegaskan, bahwa kelahiran Yesus di kandang domba memberi pengharapan baru bagi umat manusia. “Kita ibarat dilahirkan kembali melalui pengorbanan Kristus di kayu salib,” ujarnya.

Sementara itu, selaku tuan rumah, Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Elly Engelbert Lasut menegaskan, masyarakat Kepulauan Talaud, serta seluruh unsur pendukung, juga pemerintah Daerah Sulawesi Utara bersama dengan lembaga gerejawi aras nasional, akan menyambut dengan penuh sukacita kedatangan seluruh umat Kristen di Kabupaten Kepulauan Talaud untuk bersama-sama merayakan Paskah Nasional 2022 nanti. “Mari kita hadir bersama di Melonguane Talaud. Kami menyambut semua peserta yang hadir dengan gembira dan sukacita,” serunya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, mengajak seluruh umat Kristen di Indonesia mendukung dan mendoakan pelaksanaan Paskah Nasional 2022 ini. Menurut Olly, merayakan Paskah adalah merayakan Kasih Allah yang dicurahkan kepada manusia, melalui peristiwa agung: kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

“Sebab itu, mari kita menyambut Paskah Nasional 2022 ini dengan segala persoalan, dan tantangan yang kita hadapi, baik negara kita, bangsa kita, maupun keluarga kita, terlebih di dua tahun terakhir ini yang terasa sangat berat. Namun kita tetap memiliki keyakinan dan bersandar kepada Tuhan sebagai bagian dari kehidupan kita yang seutuhnya,” kata Olly. (RN)