Dr. John N. Palinggi, MM., MBA., tokoh nasional yang juga putra Nasional asli dari Tana Toraja

Tana Toraja, innews.co.id – Peresmian Bandara Buntu Kunik atau juga dikenal dengan sebutan Bandara Toraja oleh Presiden Joko Widodo, hari ini, memiliki makna tersendiri bagi Dr. John N. Palinggi, MM., MBA., tokoh nasional yang juga putra asli dari Tana Toraja.

John sendiri turut menghadiri peresmian bandara yang menjadi kebanggaan masyarakat Tana Toraja tersebut. Dia menjadi salah satu dari hanya sekitar 28 orang yang diundang langsung oleh pihak Kepresidenan dalam peresmian bandara tersebut. “Pasti, sebagai putra Toraja saya bangga dengan telah diresmikannya bandara tersebut oleh Presiden Joko Widodo,” kata John Palinggi kepada innews, Kamis (18/3/2021).

Dr. John N. Palinggi, MM., MBA., tokoh nasional asal Tana Toraja bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Bandara Buntu Kunik, Tana Toraja

Baginya, ini hari yang bersejarah bagi masyarakat Tana Toraja. “Kehadiran bandara ini menjadi titik awal terbukanya ‘isolasi’ serta ‘keterasingan’ yang selama ini dirasakan masyarakat Toraja,” ungkap John Palinggi yang dikenal sebagai pengusaha nasional sekaligus Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat Antar-Agama (Bisma) ini.

“Saya dan tentunya masyarakat Tana Toraja sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas perhatian mendalam dari Presiden Joko Widodo dengan dibangunnya bandara tersebut. Pak Presiden memiliki jangkauan perhatian yang luar biasa,” kata John Palinggi dengan wajah sumringah dan tatapan cerah.

Dr. John N. Palinggi (paling kiri) bersama pejabat daerah

Dirinya masih ingat betul saat Presiden Jokowi berkunjung ke Tana Toraja beberapa waktu silam. Presiden sempat menanyakan, apa yang menjadi keinginan masyarakat di sana. Dan, dijawab ingin memiliki bandar udara. “Ketika itu, secara langsung Bapak Presiden meminta para menteri yang terkait untuk merealisasikan hal tersebut. Sekarang terjawab sudah dengan beroperasinya bandara yang membuat waktu tempuh dari dan ke Tana Toraja semakin singkat,” urai John yang juga Presiden Direktur PT Karsa Mulindo Semesta Group ini.

Kegembiraan John beralasan karena sepertinya selama ini ada upaya mendiskriminasikan Tana Toraja, dibanding daerah lain di Sulawesi Selatan. “Kita bersyukur, hati Pak Presiden Jokowi mampu menjangkau masyarakat Tana Toraja dan menghapus isolasi yang ada. Ungkapan terima kasih juga kepada para menteri dan semua pihak yang telah membantu terealisasinya bandar udara ini,” ungkapnya penuh haru.

Menurut John, di Tana Toraja banyak terdapat heritage yang diakui oleh dunia internasional. John memastikan, dari sisi infrastruktur, Tana Toraja lebih siap dari daerah-daerah lainnya yang mungkin masih harus dibangun, baik budaya, sosial, dan lainnya.

“Bahkan, sejak dulu dikatakan, destinasi wisata yang paling siap selain Bali adalah Tana Toraja. Karena itu, agak aneh kalau Tana Toraja hilang dari 10 destinasi wisata unggulan di Indonesia,” ujar John.

Sebelumnya, untuk mencapai Toraja, jalan darat dari Makassar mencapai 9 jam dengan kondisi jalan yang berkelok-kelok. Kalau pun mendarat di Bandara Bua di Palopo, ke Toraja sekitar 2 jam. Dengan adanya bandara di Tana Toraja, maka hanya ditempuh 50 menit saja dari Makassar.

John berharap akan semakin banyak perusahaan penerbangan yang akan terbang ke Tana Toraja. “Saya meyakini, dengan adanya bandar udara ini, pariwisata di Tana Toraja akan melesat, berkembang jauh lebih baik lagi. Apalagi kesadaran masyarakat di sana cukup baik untuk merawat situs-situs wisata yang ada,” tukasnya.

Ditegaskan, saat ini, Toraja tidak lagi terisolasi dan termarginalkan. “Bukan hanya Toraja, sejatinya di negeri ini tidak boleh ada daerah yang secara sengaja ‘diisolasi’. Biarkan semua daerah berkembang dengan adat dan budaya masing-masing. Justru dengan begitu akan nampak Indonesia yang sebenarnya,” pungkasnya. (RN)