Otty Hari Chandra Ubayani (kedua dari kiri) bersama rekan-rekannya saat memberi bantuan ke RSUP Nasional Cipto Mangunkusumo, Jumat (24/4/2020)

Jakarta, innews.co.id – Gerakan sosial terkait pandemi Covid-19 terus bergulir. Seperti yang dilakukan Ikatan Alumni Kenotariatan (IKANOT) Universitas Diponegoro, Semarang bersama Fakultas Hukum Universitas Pancasila Angkatan 83, Jakarta, yang secara bersama-sama menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada beberapa rumah sakit di Jakarta dan Bekasi, Jumat (24/4/2020).

Sekitar 200 APD diserahkan langsung oleh Ketua Umum IKANOT Undip dan FH UP Angkatan ’83 Otty Hari Chandra Ubayani, SH., SpN., MH., ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Nasional Cipto Mangunkusumo dan RSUD Kota Bekasi didampingi para pengurus dan anggota dari kedua universitas tersebut.

Otty dan rekan-rekan di RSUD Kota Bekasi

Melalui pemberian bantuan ini, Otty berharap kiranya berguna untuk melengkapi kebutuhan APD bagi para pahlawan kemanusiaan yang bekerja siang malam untuk merawat para pasien Covid-19. “Kita apresiasi kerja keras pada tenaga medis. Mereka telah memberikan jiwa dan raganya untuk berjibaku menolong pasien corona,” kata Otty.

Tidak itu saja, Otty juga mengajak semua pihak untuk punya hati membantu para petugas medis, khususnya dalam pengadaan APD, sehingga dalam menjalankan tugasnya bisa selalu terproteksi dengan baik.

Otty mengakui, tidak mudah mencari orang yang benar-benar punya hati untuk menolong sesamanya. “Gak gampang di masa sekarang ini menemukan orang yang terketuk hatinya untuk membantu orang lain, meski dirinya sudah berlebihan. Tidak usah malu, ayo kita bergandengan tangan menyumbang, sekalipun sedikit. Kalau banyak yang membantu, kita bisa menang melawan corona, virus yang tak kasat mata,” tukas Otty yang juga sebagai Ketua Umum Yayasan Komunitas Cendikiawan Hukum Indonesia (YKCHI) ini.

Otty dan rekan-rekan saat persiapan sebelum mengunjungi 2 rumah sakit untuk memberikan bantuan APD

Otty juga mengkritisi berbagai pihak yang kerap nyinyir melihat ada orang yang membantu sesamanya. “Jangan ada lagi orang yang bilang membantu sesama itu pencitraan. Sudah bukan zamannya lagi. Coba mereka yang suka komplain seperti itu buktikan dirinya memberi lebih besar lagi. Yang pasti, ‘berlomba’ menebar kebaikan besar pahalanya,” imbuh Otty.

Dia menambahkan, beruntunglah mereka yang masih bisa memberi dan punya kesempatan berbagi dengan sesama. “Jangan hidup dengan apa kata orang. Saya percaya janji Tuhan tidak pernah salah,” tandasnya penuh keyakinan.

Otty Hari Chandra Ubayani ajak semakin banyak orang memberi hati membantu para petugas medis

Otty juga begitu respek dan memberi apresiasi tinggi kepada para tenaga medis, relawan. Juga kepada polisi dan tentara yang turun langsung di dapur umum, pemakaman, dan mengamankan kondisi negara yang mulai banyak penjarahan dan kejahatan.

“Jujur saya sedih melihat di Bulan Ramadhan tahun ini berbeda dari.waktu-waktu sebelumnya. Meski begitu, saya yakin Indonesia akan kembali seperti sedia kala. Badai pasti akan berlalu. Mari kita bergotong royong,” seru Otty. (RN)