Maket Gedung Pelindo Place yang dibangun PT Pelabuhan Indonesia III

Surabaya, innews.co.id – Sebuah gedung nan megah dengan konsep eco green dan smart building akan dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), namanya Pelindo Place. Pembangunan itu sendiri dimulai pada April 2018 dan menjadi bukti keseriusan perusahaan ini telah merambah ke sektor properti Tanah Air.

Menurut VP Corporate Communication PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Lia Indi Agustiana, Pelindo Place dibangun di atas lahan seluas 11.124 meter persegi dengan luas bangunan 63.365 meter persegi. Gross development value (GDV) untuk mendirikan gedung tersebut senilai Rp 497 miliar, dengan sumber pembiayaannya dari internal Pelindo III.

Lia menjelaskan, “Rencananya terdiri dari 23 lantai plus satu basement dan satu mezzanine,” ucap Lia di Surabaya, Sabtu (19/5). Pelindo Place dilengkapi sejumlah fasilitas, di antaranya, area parkir yang bisa menampung 344 mobil dan 1.004 sepeda motor. Ada pula foodcourt, banking hall, gymnasium, masjid, serta ballroom yang berkapasitas lebih kurang 500 orang.

Untuk penggunaannya, gedung itu akan digunakan oleh Pelindo dengan komposisi 40 persen, mulai dari lantai 14 sampai lantai 23. Sementara sebagian besar lainnya yakni 60 persen akan disewakan kepada pelaku usaha, mulai dari lantai 5 hingga lantai 13.

Di setiap lantai, luas areanya berkisar 1.800 meter persegi. Desain gedung Pelindo Place yang berlokasi di Jalan Perak Timur, Surabaya. Gedung itu dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).

Lebih jauh Lia menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah menjalin komitmen dengan sejumlah calon penyewa. “Yang mau menyewa antara lain dari perbankan, perusahaan asuransi, ekspedisi, perusahaan pelayaran, hingga pelaku usaha kuliner berupa restoran atau kafe,” jelasnya.

Berkonsep eco green, nantinya struktur bangunan akan dilapisi kaca ganda atau double glass yang berfungsi untuk mengurangi panasnya cahaya matahari dari luar gedung. Kemudian, di bagian luar gedung parkir dimaksimalkan untuk menambah area hijau dengan membuat taman vertikal dan menjadikan penanda baru di sekitar area pelabuhan. Sementara, resapan air hujan akan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman dan membilas toilet.

“Untuk aksesibilitas ruangan bisa dilakukan melalui smartphone. Desain lansekapnya juga efektif dan menggunakan tanaman lokal,” tambah Lia.

Pihaknya juga menggunakan tenaga surya yang diterapkan melalui panel surya di tiang penerangan jalan umum (PJU) di sekitar area gedung. Jika sesuai rencana, gedung yang pembangunannya dikerjakan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (Wika Gedung) ini akan rampung pada akhir 2019 dan mulai beroperasi awal 2020. (RN)