Dwi Astuti Wulandari putri dari Alm. Hadi Utomo

Jakarta, innews.co.id – Sosok nan ayu dan keibuan menghiasi jajaran kepengurusan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Provinsi DKI Jakarta. Dialah Dwi Astuti Wulandari Anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Partai Demokrat, putri dari Alm. Hadi Utomo, sekaligus keponakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kepada innews, wanita cantik kelahiran Jakarta, 7 Oktober ini menuturkan, kepindahannya ke partai besutan Surya Paloh tersebut telah melalui perenungan yang panjang. “Salah satu yang membuat saya berlabuh di Nasdem adalah karena adanya kesamaan visi partai untuk berkontribusi dalam membangun negeri,” ujar Anggota Komisi VIII DPR RI periode 2014-2019 ini.

Tak hanya itu, Dwi mengaku, dirinya melihat dengan jargon ‘politik tanpa mahar’, tentu menjadi data tarik lantaran, baik anggota dewan maupun para calon kepala daerah yang diusung Nasdem bila terpilih akan benar-benar berkonsentrasi dalam mewujudkan program-program yang dijanjikannya semasa kampanye ketimbang mengembalikan modal.

Sisi menarik lainnya di Nasdem, ungkap lulusan Curtin University, Western Australia ini, ada kesamaan derajat antara satu anggota dengan yang lain. Pun demikian dalam kepengurusan. “Tidak ada dikotomi kader lama, kader baru, pendiri atau lainnya. Semua dipandang sama yang penting ada semangat dan keseriusan dalam membangun partai,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi alasannya pindah perahu dari Demokrat ke Nasdem, Dwi enggan memaparkan. “Untuk yang satu ini biarlah saya sendiri yang mengetahui alasannya. Karena tidak elok rasanya jika kita sudah di NasDem, tapi masih membicarakan yang lain,” akunya.

Dia menuturkan, ibarat kita sedang berkendara, akan berbahaya jika kita melihat spion terus, bukannya ke depan. “Saya sekarang di Partai Nasdem, maka visi dan gagasan besar partai inilah yang sebaiknya kita bicarakan. Bagaimana pandangan partai tentang pemimpin masa depan, tentang pemilu atau yang lainnya,” imbuhnya.

Dirinya yakin, semua pihak akan memiliki ketertarikan dan kebanggaan yang sama ketika menjadi kader Partai Nasdem.

Terkait restorasi yang menjadi jargon politik Partai Nasdem, Dwi beranggapan, itu memiliki arti melakukan perubahan mendasar, entah dengan cara memperbaiki, mengembalikan, memulihkan, dan mencerahkan sambil kita tetap fokus pada mimpi besar Bangsa Indonesia.

“Bagi saya, mimpi besar Restorasi Indonesia adalah membangun Indonesia yang aman, adil dan sejahtera dari semua sisi, secara politik, ekonomi, sosial dan budaya berlandaskan Pancasila dengan semangat gotong royong,” pungkasnya. (RN)