Suasana jumpa pers di Jakarta, Jumat (17/7/2020)

Jakarta, innews.co.id – Dana ratusan triliun rupiah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), mulai dirasakan manfaatnya oleh para pelaku koperasi dan UMKM.

Seperti yang dirasakan Sukma Nuralim, pedagang martabak keliling di Bintaro, Jakarta Selatan. Pada 2018, pelaku usaha mikro dengan brand Martabak Galbes (Tegal-Brebes) ini memperoleh KUR Mikro dari Bank BNI sebesar Rp25 juta. Akibat pandemi, usahanya mulai tersendat.

Lewat program PEN, Sukma mendapat skema restrukturisasi kredit dimana Bank BNI menawarkan tambahan permodalan (KUR Mikro) sebesar Rp25 juta tanpa jaminan. Usaha Martabak Galbes pun kembali bangkit. Selain itu, usahanya merambah ke pasaran online melalui GoFood dan GrabFood.

Hal serupa juga dialami Tony Hidayat produsen dan pedagang ikan pindang (masak) di Pasar Parung, Kabupaten Bogor, yang lantaran pandemi Covid-19 omzet usahanya menurun drastis mencapai 50 persen.

Tony beruntung mendapat dukungan permodalan KUR Mikro dari Bank BNI sebesar Rp25 juta tanpa jaminan.

Sementara itu, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha KemenkopUKM Eddy Satriya menjelaskan, realisasi belanja program PEN untuk sektor koperasi dan usaha mikro kecil menengah (KUMKM) hingga periode 16 Juli 2020 mencapai Rp10,24 triliun. Meningkat menjadi 8,3% dari sebelumnya yang hanya 6,82% pada 9 Juli 2020. Total pagu anggaran program PEN untuk KUMKM mencapai Rp123,46 triliun.

Untuk realisasi penempatan dana pemerintah pada bank anggota Himbara pada periode tersebut sudah mencapai Rp9,98 triliun atau 12,67% dari total pagu Rp78,78 triliun. Sementara untuk penyaluran pembiayaan investasi yang disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM untuk koperasi sudah mencapai Rp247,9 miliar dari pagu yang ditetapkan Rp1 triliun.

“Penyaluran kredit modal kerja baru yang melalui LPDB atau BLU (Badan Layanan Umum) kami hingga 16 Juli 2020 naik 24,79% atau naik Rp8,3 miliar menjadi Rp247,9 miliar,” kata Eddy

Terkait dengan penempatan dana pemerintah pada anggota bank Himbara, Edi merinci bahwa hingga periode 16 Juli 2020 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) telah terdistribusikan sebesar Rp8,12 triliun.

Kemudian, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp1,03 triliun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp780 miliar dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) sebesar Rp34 miliar.

Sementara itu, GM Divisi Bisnis Usaha Kecil Bank BNI Bambang Setyatmojo menjelaskan bahwa pihaknya aktif melakukan upaya pendampingan pada pelaku UMKM yang terdampak Covid-19. “Hingga hari ini program restrukturisasi kredit yang dilakukannya sudah melebihi target,” kata Bambang.

Kini, lanjut Bambang, total restrukturisasi kredit bagi pelaku usaha mikro dan kecil senilai Rp18,5 triliun dari target Rp18 triliun. Jumlah pelaku usaha mikro dan kecil yang mendapatkan fasilitas relaksasi akibat Covid-19 mencapai lebih dari 100 ribu pelaku usaha.

“Angkanya sekitar 100 ribuan pelaku usaha yang kami lakukan stimulus dan proses restrukturisasi. Bahkan, stimulus ke UMKM sudah selesai dan bahkan melebihi target melebihi,” kata Bambang.

“Terkait optimalisasi dana PEN, kita akan naikkan hingga tiga kalinya, artinya menjadi Rp15 triliun. Nah, dari total itu sekitar Rp12,5 triliun nanti akan kami arahkan khusus pada UMKM dan sisanya ke korporat yang memiliki tenaga kerja banyak namun terdampak Covid-19,” tukasnya. (RN)