Rombongan advokat yang plesir ke Raja Ampat Papua, usai Munas III Peradi

Sorong, innews.co.id – Serombongan advokat yang berwisata ke Raja Ampat, Papua, usai mengikuti Munas III Peradi, dikabarkan hilang kontak. Dikabarkan, mereka terkatung-katung smditengah laut hingga tengah malam.

Informasi yang diperoleh, rombongan pengacara dan keluarganya ini berangkat dari Pelabuhan Marina Kota Sorong pada Kamis (8/10/2020) sekitar pukul 08.42 WIT. Spot wisata yang pertama dituju adalah gugusan Pulau Karst yang ada di Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat.

Ada sekitar 11 orang dalam rombongan tersebut. Selain anggota DPC Peradi Papua Barat, juga ada Dewan Pengurus Nasional (DPN) Peradi dari Jakarta. Mereka menggunakan kapal milik Pemda Kabupaten Raja Ampat.

Dari Pelabuhan Marina, rombongan ini tiba di Geosite Piaynemo sekitar pukul 14.15 WIT. Di lokasi ini, kondisi kapal sudah menunjukkan gelaja kurang sehat. Kapal ini dilengkapi dengan lima mesin penggerak, namun saat tiba di Piaynemo, hanya satu mesin yang berfungsi.

Sekitar pukul 17.00 WIT rombongan bergerak menuju Arborek dan tiba sekitar pukul 18.00 WIT. Ketika hendak bergeser dari Arborek, rombongan pengacara ini sempat mendapatkan informasi dari motorace, jika kapalnya tidak bisa belok.

“Khawatirnya kalau berangkat malam, nanti nabrak,” kata salah seorang peserta.
Karena sudah kondisi gelap, sekitar pukul 20.00 WIT dari Arborek rombongan berniat langsung balik kanan menuju Sorong. Hassan, salah seorang anggota DPC Peradi Papua Barat yang tidak ikut piknik, sempat komunikasi dengan mereka.

“Saya telepon mereka, katanya sudah di Arborek dan mau langsung menuju Sorong,” kata Hassan.

Ternyata, sekitar pukul 22.30 WIT, rombongan terdampar di tengah laut dalam kondisi yang gelap gulita. Mereka membutuhkan bantuan untuk dievakuasi ke pelabuhan terdekat.

“Tadi kita coba kontak nomor ponselnya salah seorang rombongan, tapi tidak nyambung. Kemungkinan mereka sudah berada di area yang lost sinyal,” kata Sandy Cakra, dari Tim SAR Raja Ampat.

Segera hal ini dikomunikasikan ke Satpolair dan SAR Sorong, untuk bersama-sama mencari tahu titik lokasi mereka. “Kami masih belum mendapatkan informasi titik lokasi keberadaan mereka. Kita masih upayakan mencari,” kaya Sandy Cakra, sekitar pukul 23.57 WIT.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. (RN)