Darwin Aritonang Manager Campaign PHD

Jakarta, innews.co.id – Menghidupkan kembali cabang-cabang Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) di daerah-daerah menjadi salah satu visi-misi unggulan the three musketeers yakni Palmer Situmorang, Efran Helmi Juni, dan Hendri Donal (PHD) sebagai Calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Sekretaris DPP AAI 2021-2026 pada Musyawarah Nasional AAI, di Bandung, 25-27 Juni 2021 mendatang.

“Saat ini, ada ratusan cabang AAI di daerah yang mati suri,” terang Darwin Aritonang Manager Campaign PHD dalam keterangannya kepada innews, Jum’at (15/4/2021).

Di era kepemimpinan Humphrey Djemat (2011-2015), AAI tercatat memiliki 135 cabang. Terakhir pada Rakernas di Medan, 2019 lalu, yang ikut tidak lebih dari 17 cabang. “Karena itu, pasangan PHD yang punya kepedulian terhadap masa depan AAI, bertekad bila diberi kepercayaan, akan berupaya menghidupkan kembali cabang-cabang yang mati suri tersebut. Bahkan, kalau perlu akan didatangi,” kata Darwin lagi.

PHD, lanjutnya, terpanggil untuk mengembalikan kejayaan AAI. Pun membuat AAI hidup dalam ‘Kemesraan’ kembali, sesuai jargon organisasi sejak awal berdiri, 2006 silam.

Tidak itu saja, pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di seluruh cabang AAI, akan menjadi program unggulan PHD kedepan. “Hal ini dimungkinkan, mengingat sosok Palmer yang dikenal piawai di bidang litigasi, tentu akan memudahkan pembentukan Posbakum,” yakin Darwin.

Dikatakannya, ada segudang manfaat dengan berjalannya Posbakum, kata Darwin, yakni, menyalurkan setiap lulusan PKPA AAI agar dapat berpraktik secara langsung. Juga memberikan pelayanan hukum secara cuma-cuma (pro-bono) terhadap masyarakat yang termarginalkan. Dan, memberikan kesempatan kolaborasi senior-junior untuk melakukan pembelaan dibawah bendera Posbakum AAI.

Darwin berkeyakinan dengan berjalannya Posbakum AAI, maka wadah ini akan disegani dan berada di garda terdepan sebagai pengawal semua satuan penegak hukum di seantero Indonesia.

“Apa yang diikhtiarkan oleh pasangan PHD, semua realistis dan sesuai dengan kebutuhan AAI di masa kini. Organisasi yang sehat tentu haruslah aktif, tidak ujug-ujug hanya muncul sekali dalam lima tahun, pas mau Munas saja,” tegas Darwin bernas. (RN)