Penampilan Bobby-Aulia di debat kedua yang mengesankan

Medan, innews.co.id – Dalam rapat pleno penetapan pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota, lima hari setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menggugurkan perkara sengketa Pilkada Kota Medan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan menetapkan pasangan nomor urut dua Bobby Nasution-Aulia Rachman, sebagai Wali Kota dan Wakil Walikota Medan periode 2020-2025, di Hotel Arya Duta Medan, hari ini.

Rapat dihadiri Bobby Nasution-Aulia Rachman, Pelaksana tugas Wali Kota Medan Wiriya Alrahman, Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE, pimpinan partai politik pendukung dan Forkompinda. Sayangnya, paslon nomor urut satu Akhyar Nasution-Salman Alfarisi tidak hadir meski telah diundang.

Ketua KPU Kota Medan Agussyah Damanik mengatakan, berdasarkan keputusan Nomor 175/pl.02.7-kpt/1271/kpu-kot/II/2021 tentang Penetapan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih dalam Pilkada Kota Medan  2020 menetapkan paslon nomor urut dua memperoleh suara 393.327 sebagai pemenang.

“Selanjutnya, penetapan ini diserahkan ke DPRD Kota Medan untuk mengusulkan pelantikan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Sumatera Utara. Harapan kami, keputusan ini diterima semua pihak. Kepada paslon yang telah ditetapkan, masyarakat banyak menggantungkan harapan untuk membawa Kota Medan lebih maju dan lebih baik sesuai visi dan misi,” kata Agussyah, Kamis (18/2/2021).

Dalam keterangan persnya, Bobby dan Aulia mengatakan, program kerja jangka pendek atau 100 hari pemerintahan, keduanya mengatakan akan bekerja memenuhi keluhan masyarakat seperti kebersihan, drainase yang buruk dan banjir.

“Infrastruktur yang buruk harus diperbaiki, penataan birokrasi di Pemko Medan dan terpenting menekan penyebaran Covid-19 dengan mengefektifkan praktik 3T dan 3M,” kata Aulia. 

Bobby menambahkan, pihaknya akan merangkul semua pihak, termasuk parpol pendukung atau oposisi. “Kami harus bergandengan dengan legislatif, semua partai yang ada di DPRD Medan,” katanya.

Seperti diketahui, Bobby-Aulia didukung oleh PDI-P, Gerindra, PAN, PPP, PSI, Hanura, Golkar dan NasDem. Sementara Akhyar-Salam didukung Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

(RN)