Kidventure Webinar Program yang diadakan oleh TKK Penabur Jakarta, Sabtu (3/10/2020) kemarin.

Jakarta, innews.co.id – Pandemi Covid-19, tak menyurutkan BPK Penabur Jakarta untuk terus memberikan pendidikan terbaik, termasuk kepada anak-anak usia dini. Sejumlah program diterapkan, sehingga dengan pola pendidikan jarak jauh (PJJ) pun, materi pengajaran tetap dapat diterima oleh anak-anak.

Tak hanya itu, melalui program ‘Kidventure’, orangtua pun diedukasi agar bisa benar-benar berperan sebagai guru pertama dan utama dalam melakukan pendampingan PJJ. Hal itu nampak pada Kidventure Webinar Program yang diadakan oleh TKK Penabur Jakarta, Sabtu (3/10/2020) kemarin.

Menurut Antonius Tanan pakar pendidikan dan narasumber acara ini, sangat disayangkan jika anak yang memasuki usia emas tidak diberikan pendidikan yang sesuai dengan umurnya karena akan berpengaruh terhadap masa depan mereka. “Jika anak pada usia emas sudah mendapatkan pendidikan yang memadai dan tepat di usianya, kelak perkembangan diri di usia selanjutnya akan lebih cepat,” ujarnya.

Acara tersebut juga menghadirkan Direktorat PAUD Kemendikbud RI Harris Iskandar sebagai keynote speaker dan Pepita Gunawan Founder & Managing Director at REFO Indonesia selaku moderator. Juga dihadiri oleh Antono Yuwono, Ketua BPK Penabur Jakarta dan Etiwati Tobing, Deputi Direktur Pelaksana BPK Penabur Jakarta.

“Kami memiliki kerinduan agar anak usia dini tetap mendapatkan stimulasi yang tepat, apalagi masa lima tahun adalah masa golden age, masa keemasan anak untuk menerima stimulasi. Kami sebagai tenaga pendidik PAUD mengajak orangtua agar di tengah pandemi Covid-19 ini kita tetap memiliki optimisme untuk bisa memberikan stimulasi yang tepat bagi anak usia dini,” ujar Margarita Inuk, Kepala Jenjang TKK
Penabur Jakarta.

Guna mendukung peran aktif orangtua, TKK Penabur Jakarta terus mengembangkan konsep-konsep belajar ideal dalam PJJ, dengan tetap mengusung konsep bermain sambil belajar. Ada 10 program unggulan TKK Penabur Jakarta untuk PJJ di jenjang TK, diantaranya, pelatihan pendamping anak (caregiver), pemberian learning tools, Three Way Conference sebuah kolaborasi guru, murid, dan orangtua dalam pelaporan hasil belajar anak, dan lainnya. (RN)