Dr. John N. Palinggi, MBA., ingatkan masyarakat untuk mentaati protokol pencegahan Covid-19

Jakarta, innews.co.id – Tekanan kehidupan yang luar biasa di masa pandemi ini membuat banyak orang dengan mudah beda pendapat satu dengan yang lainnya. Juga kecurigaan satu dengan yang lain kian meningkat.

“Sekarang kita menjadi takut dengan orang lain. Padahal, kita sama-sama ciptaan Tuhan. Kita takut orang lain menjadi pembawa virus (orang tanpa gejala/OTG). Ini membuat penghargaan kita terhadap sesama manusia berkurang, bahkan hilang sama sekali. Sepertinya kita sekarang lebih takut pada Covid-19, daripada Tuhan. Itu kemunduran luar biasa,” kata Dr. John N. Palinggi, MBA., Ketua Harian Bisma, wadah kerukunan antar-umat beragama kepada innews, di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Dengan bijak John berujar, “Tidak ada alasan kita untuk panik, khawatir, dan takut. Padahal, masing-masing agama pun mengajarkan kita tidak boleh takut. Tak mungkin kita menambah sehasta umur kalau takut,” ujar John yang juga dikenal sebagai pengusaha ini lugas.

Patuhi protokol pencegahan Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah

Dalam menangani Covid-19 ini, kata John, pemerintah pusat sudah memiliki standar yang jelas, dan tinggal diikuti saja oleh tiap daerah. “Bahwa ada kelemahan dalam tataran manusia, ya itulah kelemahannya. Memang di Indonesia ini lemah soal kedisiplinan. Bahkan, dalam menggunakan uang negara pun banyak yang tidak disiplin,” sindirnya seraya mengatakan, banyak orang sudah tidak disiplin pun, malah tampil pongah.

Bagi John, sekarang bukan masanya mempertentangkan perbedaan. “Justru masing-masing pribadi harus berubah kearah yang lebih baik. Bisa menghargai dan menghormati orang lain,” imbuhnya.

Ditambahkannya, cukup taati saja aturan yang dibuat pemerintah. Jangan justru menentangnya. “Kalau berani menentang, apalagi sok pintar, menghina-hina pemerintah, saya khawatir, masker yang seharusnya menutupi mulut dan hidungnya, malah naik, jadi menutup matanya alias meninggal,” tegas John. (RN)