Kawasan PT Indonesia Morowali Industri Park (IMIP), Sulawesi Tengah

Morowali, innews.co.id – Ground breaking 4 pabrik yang akan memproduksi katoda nickel cobalt dengan total kapasitas sebesar 240 ribu ton nikel murni telah dilakukan di Morowali, Sulawesi Tengah. Selain itu, juga dibangun pabrik daur ulang (recycle) baterai Lithinum.

Hal ini dikatakan Chief Executive Officer (CEO) PT Indonesia Morowali Industri Park (IMIP) Alexander Barus, Jumat (6/11/2020) lalu. “Smelter ini menggunakan teknologi high pressure acid leaching (HPAL) agar bisa menyerap nikel kadar rendah,” ujarnya.

Chief Executive Officer (CEO) PT Indonesia Morowali Industri Park (IMIP) Alexander Barus

Alexander menerangkan, bila ini semua telah selesai dibangun, maka akan menjadi salah satu smelter nickel cobalt terbesar di dunia.

Total investasi untuk keempat pabrik tersebut, kata Alexander, mencapai USD3 miliar atau sekitar Rp 43.5 trilliun, dengan asumsi kurs Rp 14.500 per USD. “Jadi ada 4 pabrik yang akan dibangun berkapasitas 240 ribu ton nikel murni dan satu recycling baterai bekas. Total investasi sebesar USD 3 miliar. Itu diluar dari investasi untuk power plant (pembangkit listrik),” jelasnya.

Untuk memenuhi pendanaan, pihaknya akan menggunakan dana dari ekuitas sebesar 40% dan perbankan 60%. Adapun investor yang akan membangun pabrik komponen baterai Lithium ini berasal dari China.

Diperkirakan, dalam kurun 6-7 tahun sudah bisa return. Namun, lantaran pandemi Covid-19, nampaknya ada sedikit re-evaluasi. Tapi kita tetap optimis dengan permintaan yang sangat tinggi pada mobil listrik, maka prospek dari komponen baterai ini masih sangat tinggi,” tukas Alexander. (RN)