CEO: Tahun Ini Ada Layanan Hukum Spesial Muncul di Aplikasi Perqara

Yakup Hasibuan, CEO Perqara memberikan presentasi

Jakarta, innews.co.id – Aplikasi layanan hukum Perqara kian membumi dan diminati oleh masyarakat luas. Tak berhenti sampai di situ, pengembangan layanan hukum dalam aplikasi tersebut Perqara terus dilakukan.

“Tentu kita akan terus kembangkan. Yang paling utama, bagaimana aplikasi itu semakin mudah digunakan (friendly) oleh masyarakat luas. Juga fitur-fitur layanannya lengkap dan komprehensif, baik konsultasi, pembuatan dokumen hukum, pembuatan perjanjian, dan sebagainya,” kata Yakup Putra Hasibuan, SH., LL.M., Founder dan CEO Perqara, saat bincang-bincang di kantornya, di bilangan Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Di tahun ini, akan diluncurkan layanan hukum pembuatan dokumen seperti jual beli, sewa menyewa, dan sebagainya. Yakup mencontohkan, banyak orang mengontrak rumah tanpa ada perjanjian sewa menyewa. Padahal, itu sangat penting sekali. “Kami akan menyediakan fitur pembuatan dokumen hukum yang berbiaya sangat murah dan mudah diakses oleh masyarakat luas,” jelas Yakup.

Yakup Hasibuan bersama Sang Ayah Prof Otto Hasibuan, Ketua Umum DPN PERADI

Jadi nanti, tinggal memasukkan sedikit data, seperti nama, nomor KTP, maka dokumen hukum sudah jadi. “Diperkirakan pertengahan tahun ini sudah bisa kita launching,” tuturnya.

Selain itu, layanan-layanan hukum lain juga tengah digesa agar dapat juga ditampilkan fiturnya di Perqara. “Tim kami juga tengah membedah, layanan-layanan hukum apa saja yang bisa dimunculkan di aplikasi,” serunya.

Kendala regulasi

Ditanya soal kendala, Yakup dengan lugas mengaku soal regulasi. “Sampai sekarang belum ada regulasi yang jelas mengatur soal digitalisasi. Semua masih bergerak sendiri-sendiri,” terangnya.

Suasana launching aplikasi digital layanan hukum Perqara

Menurutnya, kalau perizinan berusaha sudah ada OSS, tapi di bidang hukum belum diatur secara jelas. “Kalau bisa dibuatkan regulasinya, tentu akan sangat mendukung proses digitalisasi di bidang hukum,” kata dia.

Dirinya berharap di KUHAP yang baru bisa masuk soal digitalisasi. Padahal, soal ini sudah lama diterapkan di berbagai negara maju.

Keamanan jaringan

Lebih jauh Yakup menerangkap soal keamanan jaringan pada aplikasi Perqara. “Itu menjadi prioritas utama kami. Keamanan di dunia digital jauh lebih rentan dibandingkan fisik. Bahkan, itu menjadi salah satu investasi terbesar bagi kami, selain sumber daya manusia dan infrastruktur jaringan,” aku Yakup blak-blakan.

Yakup Putra Hasibuan bersama keluarga besar

Menurutnya, aplikasi Perqara terproteksi dengan tingkat keamanan yang tinggi. Dan, hal tersebut dipantau setiap saat oleh tenaga-tenaga yang handal.

Apalagi, lanjutnya, konsultasi hukum yang dilakukan harus dalam aplikasi tersebut. Dengan begitu, tingkat kerahasiaan klien sangat terproteksi. “Dengan pola seperti itu, maka konsultasi bisa terkontrol dengan baik, baik melalui video call, chatting, dan lainnya. Kami juga perlu menjaga marwah Perqara ini agar tidak ternodai,” jelasnya.

Yakup berharap, keberlangsungan Perqara ini tentu butuh dukungan dari berbagai pihak untuk mendorong transformasi digital di bidang hukum, baik pemerintah, advokat, dan masyarakat luas. Karena kehadiran Perqara merupakan ‘budaya’ baru dalam dunia hukum di Indonesia. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan