Para penerima bansos bersama DPP KMDT dan Sonny Manalu mewakili Menteri Sosial, di Bekasi

Jakarta, innews.co.id – Tidak hanya concern dengan pengembangan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia, Dewan Pimpinan Pisat (DPP) Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) menaruh perhatian terhadap perkembangan pandemi Covid-19, yang masih demikian massif di Indonesia.

Sebagai bentuk perhatiannya, terutama bagi masyarakat Batak di 7 kawasan Danau Toba yang berada di perantauan, KMDT menyalurkan paket-paket bantuan sosial dari Presiden Joko Widodo kepada masyarakat yang terdampak. Ribuan bansos telah dibagikan dalam beberapa tahap.

Dalam rilisnya yang diterima innews, Senin (23/11/2020), St. Edison Manurung Ketua Umum DPP KMDT menjelaskan, bantuan Presiden disalurkan kepada pihak-pihak yang benar-benar membutuhkan, mulai dari mereka yang terkena PHK, para supir angkot, tukang ojek, tambal ban, sampai artis-artis Batak yang terdampak perekonomiannya gegara pandemi.

Edison Manurung Ketum DPP KMDT tengah memberikan sambutan

Selain itu, KMDT juga membagikan kepada jemaat-jemaat gereja. Pembagian ini dilakukan, baik langsung oleh DPP maupun cabang-cabang KMDT, seperti di Bekasi, dimana Sonny Manalu Staf Ahli Menteri Sosial dan Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) berkenan hadir menyaksikan pemberian bansos tersebut.

Para penerima bansos memberikan apresiasi terhadap upaya KMDT menjembatani hal tersebut. Meski ditengah pergulatan ekonomi, namun masyarakat menjadi lebih tenang dengan adanya bantuan tersebut.

Sonny Manalu Anggota DJKN dan Staf Ahli Menteri Sosial memberikan sambutan

Dalam sambutannya di wilayah Bintara, Edison menyampaikan bahwa KMDT adalah komunitas yang peduli akan bona pasogit. Juga menjadi mitra pemerintah, baik pisat maupun daerah. “Kami berharap bantuan yang diberikan bisa membantu kita semua dalam keseharian. Juga sebagai cermin bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap pergumulan yang dialami rakyatnya,” ujar Edison.

Sementara itu, Sonny Manalu menjelaskan, pemerintah membutuhkan komunitas-komunitas masyarakat seperti KMDT, sehingga program-program pemerintah bisa benar-benar tepat sasaran dan menjangkau langsung ke masyarakat. (RN)