Dr. John N. Palinggi, MM., MBA., Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA)

Jakarta, innews.co.id – Jangan melihat virus corona hanya dari sisi negatif saja. Positifnya, ini menjadi filter kehidupan yang Tuhan sediakan untuk umat manusia. Kini saatnya kita diajak untuk introspeksi diri. Sebab, barangsiapa yang tidak bisa melewati saringan ini, maka bukan tidak mungkin akan terkena ‘virus’ yang lebih dahsyat lagi. Sementara bila bisa melalui filter ini, maka hidupnya akan lebih baik lagi kedepannya.

Penegasan ini secara gamblang disampaikan Dr. John N. Palinggi, MM., MBA., Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA) di Jakarta, Jumat (10/4/2020). “Karena itu, berhentilah berbuat kejahatan. Stop caci maki, menfitnah, menyebarkan berita bohong, dan mencuri. Berubah menjadi lebih baik,” seru John Palinggi.

Dengan berubah menjadi lebih baik secara radikal, imbuh John, maka pasca pandemi corona, maka akan lahir manusia-manusia baru dengan karakter hidup yang baik, berpemikiran positif, mau kerja keras, dan menjauhi mencaci maki pemerintah.

“Saat ini, kita semua diporak-porandakan oleh virus corona. Seluruh lini kehidupan ibarat lumpuh. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga seluruh dunia,” tambah John.

Dengan tegas John meminta semua pihak untuk tidak takut, cemas, dan khawatir yang berlebihan. Justru kalau yang ada ketakutan dan kepanikan berlebihan, malah kita mudah terkena penyakit. “Waspada boleh, tapi jangan terlalu takut,” imbuhnya.

Justru, diizinkannya virus corona ini merebak di hampir seluruh dunia, menjadi bahan perenungan dan waktunya bagi kita mereview, baik jalan kehidupan, bisnis, maupun relasi sosial kita. “Dengan bekerja di rumah, justru banyak ide-ide baru yang bisa saya lakukan pasca corona nanti. Utamanya bagaimana membuat bisnis langsung melesat,” tukas John.

Karenanya, menurut John, dengan banyak di rumah, kita yang mungkin tadinya super sibuk, sekarang punya banyak waktu membina hubungan dan tali kasih dengan keluarga. Juga saatnya kita mendukung dan menyemangati pemerintah agar mengambil langkah-langkah konkrit supaya pandemi ini bisa segera berlalu. Lainnya, sekarang saatnya berbelas kasih dengan sesama. “Jangan jadi orang pelit dan kikir. Berbagilah dengan sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan,” ajak John bersemangat.

Hal lainnya, lanjut John, melalui corona ini, kita diingatkan bahwa manusia adalah makhluk yang tiada daya. Hanya bisa bergantung penuh pada Tuhan. “Tidak ada kehidupan yang berhenti sebelum dihentikan oleh Tuhan, sang empunya kehidupan. Karena itu, selama masih hidup, isi dengan hal-hal positif dan berguna bagi orang lain,” tandasnya.

Bicara soal penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), khususnya di DKI Jakarta, merupakan langkah-langkah serius pemerintah untuk menyelamatkan rakyat. Jangan apriori, tapi berusahalah memahami dan melaksanakan kebijakan ini.

“Pemerintah sudah sangat serius mengatasi virus corona dengan berbagai kebijakan terukur yang semuanya untuk kebaikan masyarakat,” kata John. Tidak itu saja, John menilai, saat ini koordinasi pusat dan daerah sangat baik.

Memang dipahami ada tantangan pada setiap kebijakan yang ada. Namun, kita harus banyak sabar dan mentaati aturan-aturan yang dibuat. “Saya yakin, pemerintah sudah memikirkan semuanya, termasuk bagaimana nanti pasca pandemi ini berlalu, terutama untuk pemulihan ekonomi,” yakin John.

Kepada para pengusaha, John berharap, bisa memahami kondisi negara. “Saatnya memberi kepada negara melalui keuntungan masa lampau. Memenuhi kewajiban dan bukan mengambil lagi uang negara dengan alasan apapun,” ucapnya.

Dan, tidak usah banyak mengeluh, tapi menerima kondisi ini dengan besar hati. Jadilah kreatif dan inovatif serta dapat melihat peluang-peluang bisnis kedepan,” pungkasnya. (RN)