Hj. Diana Dewi Ketua Umum KADIN Indonesia Provinsi DKI Jakarta

Jakarta, innews.co.id – Masih tingginya kasus Covid-19, di wilayah DKI Jakarta membuat rasa was-was masih menggelayuti. Bahkan, dalam enam hari (18-23 Juli 2020) secara beruntun DKI Jakarta tetap tertinggi dalam penambahan kasus Covid-19. Pada 18 Juli, DKI Jakarta memiliki penambahan kasus harian 346, pada 19 Juli 313, 20 Juli 361, 21 Juli 433, 22 Juli 392, dan 23 Juli 470.

Berkaca pada hal tersebut, bukan tidak mungkin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat. Dengan kata lain, PSBB Transisi Fase 1 akan dicabut.

Menanggapi hal tersebut, Hj. Diana Dewi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Provinsi DKI Jakarta dalam keterangannya kepada innews, Kamis (23/7/2020), mengatakan, kemungkinan diberlakukannya kembali PSBB secara ketat masih ada. “Namun kita berharap hal itu tidak terjadi, mengingat krisis kesehatan dan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 dikhawatirkan akan menjadi krisis sosial, yang tentunya akan lebih lama dalam proses pemulihannya,” tutur Diana.

Guna mendukung hal ini, lanjut Diana, kedisiplinan dan kepatuhan seluruh warga DKI menjadi kunci agar PSBB ketat tidak di berlakukan kembali.

Lebih jauh Diana berharap antara penegakan aturan dan kesadaran masyarakat harus berjalan bersama untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam PSBB Masa Transisi ini.

“Proses pemulihan ekonomi tidak akan berjalan maksimal apabila pandemi Covid-19 belum dapat dikendalikan,” tukasnya.

Selain itu, kata Diana, kami berharap kepada dunia usaha, khususnya para pengusaha besar dapat berkolaborasi dengan pengusaha-pengusaha mikro, sehingga ekosistem perekonomian DKI Jakarta akan berjalan dengan baik. (RN)