Otty Hari Chandra Ubayani, SH., Sp.N., MH., Ketua Umum Ikatan Alumni Kenotariatan (Ikanot) Universitas Diponegoro

Jakarta, innews.co.id – Angka positif Covid-19 kembali melangit akhir-akhir ini. Sangat disayangkan, padahal beberapa bulan lalu, Covid-19 sempat melandai di persada ini. Diduga ini sebagai faktor kelengahan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dan over confidencenya pasca divaksin.

Kondisi pandemi yang meninggi ini tentu mempengaruhi kinerja secara umum di berbagai bidang. “Pasti ada pengaruhnya. Orang jadi lebih berhati-hati karena takut tertular. Padahal, saat ini perekonomian sudah mulai menggeliat lagi,” kata Otty Hari Chandra Ubayani, SH., Sp.N., MH., Ketua Umum Ikatan Alumni Kenotariatan (Ikanot) Universitas Diponegoro, kepada innews, Sabtu (19/6/2021).

Otty menambahkan, sekarang ini otomatis para Notaris/PPAT semakin ketat dalam menjalankan kinerjanya. “Notaris/PPAT dalam tugasnya selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan, tugas kami sebagai motor penggerak perekonomian nasional tetap dijalankan,” ujarnya.

Kegiatan dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan

Terkait rumor ada kantor Notaris/PPAT yang harus tutup karena terdampak pandemi, Otty mengatakan, “Sejauh ini tidak ada. Kebanyakan kantor Notaris/PPAT mengurangi pegawai yang masuk, hanya 25 persen. Yang lainnya work from home secara bergantian,” urai Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PP IPPAT) ini lagi.

Dirinya secara khusus mengimbau para Notaris/PPAT untuk segera melakukan vaksinasi. “Meski sudah divaksin, kita tetap melaksanakan prokes secara ketat. Jangan lengah sedikitpun. Tetap jaga kesehatan,” seru Otty.

Saat ini, kata Otty, rumah sakit sudah penuh. Karena itu, kalau kita tidak jaga kesehatan dan menerapkan prokes ketat, maka penularan demi penularan akan terus terjadi. “Harus ada kesadaran dari diri sendiri. Dengan menjaga diri sendiri, kita juga ikut menjaga orang lain,” tambahnya.

Otty Hari Chandra Ubayani tengah menjalani vaksinasi

Otty juga mengimbau para Notaris/PPAT untuk sementara waktu mengurangi kegiatan yang sifatnya berkerumun. “Sebelum bertemu klien, sebaiknya kita wajib melakukan swab PCR dan benar-benar menerapkan prokes. Bila memungkinkan meeting dengan klien dilakukan melalui zoom meeting, kecuali kalau sudah penandatanganan akta,” imbuhnya.

Dia meyakini, kalau 75 persen masyarakat sudah di vaksin, maka Indonesia bisa terbebas dari Covid-19. “Selalu jaga imun tubuh, makan dan istirahat yang cukup, usahakan olahraga dan minum vitamin,” ujarnya. (RN)