CEO Anugerah Sejahtera Group Benlis Butarbutar, bicara tentang wabah corona dan lockdown, di Jakarta, Minggu (29/3/2020)

Jakarta, innews.co.id – Tanpa lockdown saja, penurunan ekonomi sudah demikian terasa. Apalagi bila lockdown diterapkan, dipastikan ekonomi bangsa akan amburadul. Karena itu, lockdown bukan solusi tepat.

Penegasan ini dikatakan CEO Anugerah Sejahtera Group Benlis Butarbutar (45 tahun) dalam wawancara virtualnya dengan innews, Minggu (29/3/2020) sore. Pengusaha muda sukses ini mengakui, dunia bisnis di Indonesia tengah mengalami ujian berat. “Sebelumnya penjualan sudah sulit akibat perang dagang. Dilanjutkan Pemilu dan Pilpres, lalu ditambah wabah corona yang membuat kondisi semakin buruk. Saat ini, pembeli dan investor wait and see,” ujarnya.

Diakuinya, penyebaran wabah corona di dunia telah meluluhlantakkan perekonomian global. “Virus corona sangat berdampak dalam segala aspek kehidupan, khususnya ekonomi. Dampaknya sangat signifikan terhadap bisnis,” ujar Benlis yang juga Sekretaris Umum marga Butarbutar se- Indonesia dan luar negeri ini.

Data pasien positif corona per 30 Maret 2020 di Indonesia

Sebagai bentuk ketaatan terhadap pemerintah, Benlis pun memberlakukan work from home (WFH) bagi karyawannya. “Ya, kami sudah melakukan WFH. Kalau kondisi ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan ada PHK,” akunya terbuka.

Hal ini bisa dipahami karena beratnya beban perusahaan, sementara dari sisi pendapatan turun drastis. Bahkan, Benlis mengaku di industri developer properti kelas menengah, terjadi penurunan sangat drastis, bisa sampai 90 persen.

Meski ibarat sudah sekarat, namun Benlis dengan tegas menolak diberlakukan lockdown. “Saya tidak setuju (lockdown menyeluruh). Sebab, dampaknya sangat besar terhadap perekonomian terutama UKM. Tanpa lockdown saja sudah sangat terasa penurunan ekonomi, apalagi kalau di lockdown,” tukasnya.

Benlis menilai, sejauh ini usaha pemerintah pusat dalam menangani pasien corona dan penyebarannya sudah cukup maksimal. “Harus diakui, penyebaran virus Covid-19 sangat cepat. Tidak hanya Indonesia, negara-negara di dunia pun tidak siap,” imbuhnya.

Benlis Butarbutar CEO Anugerah Sejahtera Group, yakin Indonesia akan mampu melalui persoalan ini

Dalam menghadapi pandemi ini, kata Benlis, harus diakui kesiapan tenaga medis dan APD belum memadai. Belum lagi faktor-faktor lainnya, mulai dari sistem birokrasi yang harus dilalui, wilayah negara yang luas dengan jumlah penduduk yang banyak. Demikian juga disiplin masyarakatnya yang masih kurang. Namun, Benlis tetap optimis, kedepan kondisi akan lebih baik.

Kepada masyarakat luas, secara khusus Benlis berharap sedia mematuhi anjuran pemerintah. “Kita percaya pemerintah dengan segala upaya akan dapat mengatasi persoalan ini dan membawa bangsa Indonesia terbebas dari virus corona. Hanya saja, kita sebagai masyarakat harus mau taat dengan anjuran pemerintah. Jangan menuntut ini-itu kepada pemerintah, sementara kita sendiri tidak bisa mendisiplinkan diri dan patuh pada anjuran yang ada,” tukasnya.

Berpadu hadapi Covid-19

Benlis mengajak masyarakat untuk semakin tekun berdoa agar Tuhan melawat bangsa ini dan memberi pemulihan. Demikian juga diimbau untuk selalu menjaga kesehatan diri pribadi dan keluarga dengan berjemur di pagi hari, minum vitamin, dan istirahat yang cukup.

“Untuk sementara waktu, kurangi bertemu dengan banyak orang kalau tidak perlu. Selalu memakai masker dan rajin cuci tangan. Juga ikut mensterilkan lingkungan masing-masing, baik rumah maupun kantor tempat bekerja. Begitu juga kendaraan yang digunakan,” pungkas Benlis menutup perbincangan. (RN)