Putri Simorangkir Ketua Umum Dantara, relawan Presiden Jokowi

Jakarta, innews.co.id – Seorang wanita bercadar yang coba memasuki Istana Negara dengan membawa pistol jenis FN serta menodongkannya ke Paspampres jelas merupakan sebuah ancaman besar. Pasalnya, yang disasar adalah objek vital negara.

“Ini kondisi yang patut diwaspadai dan tidak bisa dianggap enteng. Saya melihat ini bentuk teror, bukan saja kepada Presiden Jokowi, tapi juga bagi bangsa dan negara,” kata Putri Simorangkir Ketua Umum Damai Nusantaraku (Dantara) relawan Jokowi pada Pilpres lalu, dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (27/10/2022).

Saat ini, kata Putri, bidikan terhadap Presiden Jokowi kian nyata. Kalau selama ini, beliau kerap dihina, dihujat serta difitnah dengan berbagai cara yang sangat keji sampai diluar nalar manusia pada umumnya, kini ancamannya tidak main-main, nyawa taruhannya. “Kalau sebatas dihina, dihujat, dan dicaci, mungkin sudah biasa. Tapi kalau sudah membawa senjata api, itu menyangkut nyawa dan tidak bisa dianggap sepele,” tegas Putri.

Nampaknya, target kelompok yang membenci Presiden Jokowi kian nyata. “Mereka membidik langsung Presiden Jokowi. Walaupun cara perempuan itu tidak profesional, tapi sasarannya sudah menuju Istana Negara,” ujarnya.

Putri mengingatkan agar pengamanan terhadap Presiden Jokowi, Wapres Ma’ruf Amin dan keluarganya lebih ditingkatkan. “Jangan pernah mengabaikan hal sekecil apapun yang sekiranya membahayakan jiwa Pak Presiden beserta keluarga. Penjagaan harus lebih diperketat lagi,” ujarnya mengingatkan.

Secara umum, Putri juga mengingatkan bahwa kelompok-kelompok teroris masih berkeliaran di negeri ini. “Ini menjadi ancaman yang nyata di negeri ini. Harus ditelusuri siapa dibalik aksi nekat perempuan tersebut. Karena hal tersebut bisa membahayakan masyarakat,” tukas Putri.

Dikatakannya, jelang Pemilu 2024 ini, akan banyak muncul kelompok-kelompok teroris dan intoleran. Apalagi kalau ada Capres yang cenderung mendukung kelompok-kelompok tersebut. “Dikhawatirkan kelompok-kelompok seperti itu memang sengaja dihidupkan lagi untuk kepentingan Pilpres 2024,” imbuhnya.

Ini sudah menjadi ancaman nasional. Aksi perempuan bersenjata di Istana Negara seolah menjadi warning bagi semua anak bangsa. “Bukan saja harus lebih waspada, tapi juga berhati-hati dalam memilih Capres. Kalau Indonesia mau tetap aman dan damai , pilihan harus jatuh kepada Capres yang Nasionalis, dengan rekam jejak yng jelas, tulus mencintai bangsa dan negara serta ini yang terutama anti korupsi dan tidak pro intoleran maupun teroris,” seru Putri. (RN)