Dantara, Komunitas Anak Bangsa kritisi rencana aksi mogok buruh

Jakarta, innews.co.id – Pemerintah tidak boleh kalah terhadap kelompok yang dengan sengaja menciptakan kerusuhan terkait UU Cipta Kerja (omnibus law) yang telah diketok DPR, 5 Oktober lalu. Tidak itu saja, bagi pemimpin daerah yang membangkang terhadap keputusan pemerintah pusat juga harus diberi sanksi tegas.

Penegasan bernas ini disuarakan Damai Nusantaraku (Dantara) komunitas anak bangsa yang juga relawan Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 lalu. Dalam surat terbukanya kepada Presiden Joko Widodo, disampaikan, “Akhir-akhir ini kembali bermunculan kelompok-kelompok yang mau mengacaukan negara dengan aksi anarkhi yang dipertontonkan dengan dalih menolak UU Cipta Kerja”.

Gerakan ini, kata Dantara, kian hari semakin meresahkan, apalagi memanfaatkan pelajar dan anak-anak usia sekolah. “Aksi-aksi barbar ini telah meresahkan masyarakat, terutama dunia usaha. Bila dibiarkan, tindakan yang diduga didanai oleh pihak-pihak yang berkepentingan ini tentu akan mengganggu stabilitas ekonomi dan politik nasional,” ujar Dantara dalam rilisnya yang ditandatangani Putri Simorangkir Ketua Umumnya, Rabu (14/10/2020).

Putri Simorangkir Ketua Umum Damai Nusantaraku (Dantara) komunitas anak bangsa dan relawan Presiden Jokowi pada Pilpres 2019

“Demi kepentingan rakyat yang lebih besar, dan dengan mempertimbangkan keadaan negara yang semakin tidak kondusif ini, kami mohon kepada Presiden Jokowi agar melakukan tindakan tegas karena kesabaran dan toleransi yang diberikan sudah lebih dari cukup,” seru Dantara.

Presiden Jokowi diharapkan bersikap lebih tegas terhadap para pembangkang/perusuh, termasuk Kepala Daerah yang terang-terangan membangkang kepada Pemerintah Pusat dan memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan sendiri atau kelompoknya.

Selain itu, Dantara juga berharap Presiden Jokowi terus meningkatkan soliditas Kabinet Indonesia Maju dalam menghadapi kemelut yang sedang dihadapi oleh Pemerintah saat ini, terkhusus lebih memberikan sosialisasi tentang UU Cipta Kerja ini kepada masyarakat luas.

Demo anarkhis berujung pembakaran salah satu Halte Busway di Bundaran HI, beberapa hari lalu

Hal penting lainnya, Dantara berharap masyarakat tidak terprovokasi serta berpikir lebih jernih. Tidak ikut-ikutan demo. Para orangtua harus lebih mengontrol anak-anaknya sehingga tidak turun ke jalan. Demikian juga lembaga pendidikan harus mengambil tindakan tegas bila ada siswa-siswinya yang ikut-ikut demo. “Jangan sampai karena turun ke jalan, sekeluarga jadi tertular Covid-19,” tegas Dantara mengingatkan.

Dantara juga mendukung penuh upaya pengamanan yang dilakukan jajaran Polri dan TNI. “Jangan sampai negara kalah terhadap para perusuh. Ambil tindakan tegas sesuai peraturan yang ada,” pinta Dantara.

Akhirnya, Dantara mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah yang pro rakyat. “Kami yakin dan percaya, setiap kebijakan yang pro rakyat akan selalu diridhoi Tuhan,” pungkasnya. (RN)