Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli tengah melakukan kunjungan kerja ke Lombok, NTB

Oleh : Firman Jaya Daeli*

DI sela-sela pelaksanaan sejumlah tugas dan kegiatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), penulis melakukan pertemuan dan diskusi bersama dengan beberapa kalangan, jajaran, komunitas, dan elemen. Sembari dinner, penulis juga berdiskusi dengan Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal di RM Langko, di Mataram, Lombok, NTB. Irjen Pol. M. Iqbal didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda NTB, antara lain: Dirlantas, Dirreskrimum, Dirintelkam, Dirpolair, dan sejumlah Perwira Menengah Polda lainnya.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sudah mempromosikan Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal menjadi Kapolda Riau. Pertemuan dan diskusi berlangsung juga dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB Tomo Sitepu, di ruang kerja Kajati, di Mataram.

Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli tengah berdiskusi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB Tomo Sitepu, di ruang kerja Kajati

Pertemuan dan diskusi berlangsung juga dengan sejumlah komunitas dan elemen strategis. Ada komunitas akademisi, politisi, aktifis, kalangan profesional, pimpinan organisasi kemahasiswaan ekstra kampus dari “Kelompok Cipayung” (GMNI, HMI, GMKI, PMII, PMKRI), dan lain-lain.

Penulis sebelum dan setelah selesai melaksanakan dan menunaikan tugas dan kegiatan utama dan penting, juga mengunjungi beberapa kawasan wisata di NTB. Mengunjungi kawasan Senggigi dan sekitarnya. Kemudian mengunjungi kawasan Kuta dan Mandalika Internasional Street Circuit. Kawasan Mandalika Internasional Street Circuit merupakan sebuah oase strategis monumental dan kultural. Kawasan “Mandalika” sungguh sangat melekat dan menyatu secara relasional dan emosional dengan alam semesta secara menetap dengan keberadaan hamparan pantai dan lautan serta bukit dan pegunungan yang ekologis, hijau, sejuk, teduh, jernih, bening, indah, dan kondusif.

Penulis mengunjungi NTB setelah selesai mengunjungi daerah-daerah lain, termasuk Bali. Perkunjungan tersebut berintikan pada pelaksanaan beberapa agenda tugas dan kegiatan.

Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli tengah berbincang serius dengan Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal dan jajarannya di RM Langko, di Mataram, Lombok, NTB

NTB adalah sebuah daerah otonom tingkat Provinsi di Indonesia. NTB merupakan sebuah wilayah yang terdiri dari banyak pulau sehingga tergolong sebagai salah satu Provinsi Kepulauan. NTB sebagai provinsi kepulauan pada dasarnya berkaitan dan berbasis pada kelautan dan perikanan dengan segala potensi kekayaannya. NTB juga tentu memiliki modal kekuatan dan potensi kekayaan dalam sejumlah bidang.

Provinsi NTB semakin terkenal, tumbuh, tangguh, dan maju karena dikuati dan dimaknai dengan kebudayaan dan kesejarahan yang kaya dan penuh dengan nilai-nilai (sistem nilai). Juga berbasis perekonomian, pertanian, perindustrian (ringan dan dasar), kepariwisataan, dan lain-lain. Ekosistem beserta infrastruktur dan suprastruktur perekonomian – menjadi serangkaian perihal yang semakin menguati dan memengaruhi NTB dan kawasan.

Pemajuan perekonomian – perikanan, pertanian, kepariwisataan daerah, pada gilirannya meletakkan dan mengembangkan NTB pada posisi strategis dan menentukan. Bidang kebudayaan dan kepariwisataan, tentu berposisi dan berperan untuk membangkitkan dan menggerakkan pemulihan, pergerakan, dan pertumbuhan ekonomi. Juga memengaruhi dan menentukan kualitas pelayanan dan perlindungan warga serta penguatan masyarakat dan daerah.

Ada sejumlah kawasan utama pengembangan dan pemajuan bidang perikanan, pertanian, kebudayaan, kepariwisataan, dan lain-lain. Beberapa kawasan wisata pada dasarnya tumbuh dan berkembang dalam kerangka perekonomian kreatif dan produktif. Ada kemajuan perekonomian wisata (ekonomi pariwisata). Ekonomi kreatif dan produktif berbasis pariwisata, yang secara berarti – amat berdampak luas dan serius terhadap bidang kehidupan perekonomian lainnya.

Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli berdiskusi dengan berbagai elemen masyarakat di Lombok, NTB

Persyaratan standar dan prasyarat mutlak pembangunan perekonomian dan pemajuan kepariwisataan adalah stabilitas politik dan keamanan serta ketersediaan, kepastian, dan kemanfaatan hukum. Kualitas stabilitas politik dan keamanan menjadi semakin bermakna ketika bersifat dinamis, humanis, dan demokratis. Infrastruktur dan suprastruktur hukum, juga harus senantiasa berorientasi pada ketersediaankepastian, dan kemanfaatan hukum yang responsif, aspiratif, dan akomodatif terhadap pemulihan, pergerakan, dan pertumbuhan ekonomi.

Jajaran Polri melalui Polda NTT dibawah kepemimpinan Kapolda Irjen Pol. M. Iqbal beserta jajaran, sebelum dan selama ini telah berperan cepat, tepat, efektif, dan serius. Juga semakin terpanggil untuk membangun kualitas percepatan dan peningkatan tugas, fungsi, tanggungjawab penataan dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban. Bangunan dan materi stabilitas keamanan yang tumbuh dan terbangun baik dan positif, pada hakikatnya memiliki hubungan positif dengan pembangunan stabilitas politik dan pembangunan bidang-bidang lainnya.

Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal beserta jajaran juga menumbuhkan dan memastikan percepatan, perluasan, pemudahan, dan peningkatan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat. Provinsi dan Polda NTB berhasil dan berprestasi secara daerah di tingkat nasional dengan skala prosentase tinggi dalam hal pelaksanaan vaksinasi dalam konteks percepatan penanganan pandemi Covid-19 dan vaksinasi. Dan berperan tinggi dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di wilayah.

Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli tengah mengunjungi Mandalika, Lombok, NTB

Demikian pula, Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal beserta jajaran telah berhasil dan berprestasi mempersiapkan berbagai ekosistem dan melakukan pengamanan dan pelayanan pembangunan dan peresmian Mandalika Internasional Street Circuit dan sejumlah program dan proyek strategis lainnya di NTB. Juga dalam melakukan pengamanan dan pelayanan penyelenggaraan Superbike World Championship. Sistem dan kultur yang berhasil dan berprestasi tersebut menjadi penting dan tentunya harus senantiasa dirawat dan ditingkatkan. Perihal tersebut untuk selanjutnya terhadap keseluruhan percepatan, perluasan, dan peningkatan bobot agenda dan kebijakan Menuju Indonesia Maju dalam kerangka Membangun Indonesia Raya yang berbasis pada kebangkitan dan kemajuan NTB secara nendasar dan menyeluruh.

Polri melalui jajaran Polda NTB, di bawah kinerja dan kepemimpinan Kapolda Irjen Pol. M. Iqbal, menyelenggarakan dan melakukan penyiapan dan penataan berbagai ketersediaan, kepastian, dan kemanfaatan hukum. Intinya adalah sebuah dan serangkaian penegakan hukum dan keadilan yang berbobot kemanfaatan dan kepastian hukum yang responsif, aspiratif, dan akomodatif bagi kesejahteraan, kemakmuran, dan kemajuan masyarakat dan daerah. Perihal tersebut pada gilirannya berkelindan dan berdampak bagus dan baik terhadap pelayanan dan perekonomian.

Pada bidang pembangunan sistem dan kapasitas kelembagaan hukum yang lain, juga mengalami peningkatan. Jajaran Kejaksaan (Adhyaksa) melalui Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB di bawah kepemimpinan Kajati Tomo Sitepu beserta jajaran, sudah bergerak dan berlangsung dengan efektif dan positif. Kajati NTB sudah melaksanakan peranan secara cepat, tepat, efektif, dan serius. Jajaran Adhyaksa NTB melalui kinerja dan kepemimpinan Kajati Tomo Sitepu, melakukan dan menuntaskan berbagai tugas, fungsi, dan tanggungjawab untuk merawat, mengawal, dan menata sejumlah program dan proyek strategis serta berbagai kegiatan pelayanan dan perekonomian lainnya.

* Penulis adalah Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia