Ir. Hj. R. Ay. Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah, Ketua DPP PPP dan Wakil Ketua Umum IWAPI. Kiprahnya nyata dalam perjuangan bangsa mengikuti jejak sang ayah dan ayah mertuanya

Jakarta, innews.co.id – Sudah menjadi rahasia umun kiprah wanita cantik bernama lengkap Ir. Hj. R. Ay. Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah, begitu nyata di negeri ini. Mulai dari upayanya melestarikan budaya Nusantara, sampai keterlibatannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Semua dilakoni, salah satunya meneruskan perjuangan sang ayah yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

Dewi Arimbi adalah putri dari Mayor Jenderal TNI DR. Dr. Raden Soeharto, seorang Tokoh Nasional yang lahir di tahun 1908 dan dikenal sebagai Pejuang Kemerdekaan. Sederet kiprah sang ayah bisa disaksikan hingga saat ini.

Sang ayah dikenal sebagai salah satu pendiri Bank BNI 46. Ia juga berperan dalam pembangunan Hotel Indonesia yang merupakan hotel pertama di Indonesia. Demikian juga saat pembangunan Masjid Istiqlal, peran Raden Soeharto begitu besar. Peran Raden Soeharto juga begitu besar dalam pembangunan Gedung Sarinah di kawasan Thamrin, Jakarta, yang menjadi pusat perbelanjaan pertama di Indonesia.

Dewi Arimbi bersama suami tercinta Jusuf Herry Alamsjah, B.A., E.D., M.Arch., putra sulung H. Alamsjah Perwiranegara

Raden Soeharto juga dikenal sebagai sahabat sekaligus dokter pribadi Ir. Soekarno, Presiden Pertama RI. Karir Raden Soeharto cukup gemilang. Ia pernah menakhodai sejumlah kementerian di era Presiden Soekarno antara lain, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, sampai Menteri Bappenas.

Bukan suatu kebetulan, Raden Soeharto bersahabat dengan Letjend H. Alamsjah Ratu Perwiranegara (Alm), tokoh nasional dan pejuang kemerdekaan yang pernah menjabat sebagai menteri di Era Orde Baru. Beberapa posisi menteri yang pernah didudukinya antara lain, Sekretaris Negara, Menteri Agama, Menko Kesra Kesejahteraan Rakyat dan juga pernah menjabat Duta Besar Negara RI.

Alamsjah Ratu Perwiranegara juga dikenal sebagai tokoh kebanggaan Lampung dan Sumatera Selatan. Dalam perjuangan kemerdekaan, Alamsjah berjuang bersama KH Gholib Ulama (Alm), tokoh terkemuka asal Lampung yang bermukim di Kabupaten Pringsewu. Mereka berjuang demi Kemerdekaan Republik Indonesia, agar lepas dari cengkraman penjajah. Saat kemerdekaan, Alamsjah Ratu Perwiranegara terkenal sebagai pejuang dalam perang lima hari lima malam di Palembang yang menghebohkan itu.

Kebanggaan warga Lampung terhadap sosok Alamsjah ditandai dengan didirikannya patung beliau di Kabupaten Lampung Utara serta penyematan Alamsjah Ratu Perwiranegara menjadi nama jalan protokol di Lampung. Pun di Palembang, nama Alamsjah Ratu Perwiranegara diabadikan menjadi nama jalan utama ditengah kota.

Menantu Tokoh Lampung dan Sumsel

Dewi Arimbi adalah menantu Alamsjah Sutan Ratu Perwiranegara. Ia menikah dengan Jusuf Herry Alamsjah, B.A., E.D., M.Arch., putra sulung Alamsjah Perwiranegara. Jusuf Herry yang di Lampung akrab disapa Kyay tersebut dikenal sebagai seorang arsitek dan pengusaha di bidang konstruksi, semen, dan tekstil.

Dewi Arimbi bersama keluarga, penuh keharmonisan dan kebersamaan

Sebagai putra Lampung, Kyay pernah mengecap pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemudian melanjutkan studinya ke Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam, Kyay memulai pendidikan di University Pensylvania, lalu dilanjutkan ke Washington University, dan terakhir di MIT Massuchutes Int. Technology yang merupakan universitas berkelas dunia.

Kyay juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI beberapa periode, perwakilan dari Partai Golkar. Pasangan Kyay – Arimbi dianugrahi putra putri yang sudah dewasa, tiga di antaranya sudah berkeluarga.

Dalam membesarkan putra putrinya, Kyay dan Arimbi mengedepankan pendidikan keagamaan dengan harapan penanaman nilai-nilai agama dalam kesehariannya, bisa menjadi pondasi dalam kehidupan mereka kelak. Terutama saat mereka melanjutkan studi ke luar negeri. Putra putri Dewi Arimbi – Jusuf Herry Alamsjah adalah jebolan universitas di Australia, Swiss, dan Inggris.

Kepada putra putrinya, baik Dewi Arimbi maupun Jusuf Herry Alamsjah tidak pernah memaksakan kehendak, melainkan memberi kebebasan sesuai minat masing-masing. “Alhamdulillah, anak-anak telah menyelesaikan pendidikannya sebagai sarjana bidang Komputer & Information Technologi, bidang Ekonomi & E-Commerce, Management Hospitality & Design Hotel, Marketing & International Bisnis,” ujar Dewi Arimbi kepada innews, Selasa (9/11/2021).

Dewi Arimbi meyakini, kuliah di luar negeri tentu menjadikan pengalaman hidup tersendiri untuk lebih bisa mandiri, bergaul dengan berbagai latar belakang karakter, harus memiliki kemampuan networking, berbahasa asing aktif serta lebih maju dalam berpikir sesuai kondisi di negara maju tersebut. “Apalagi anak-anak sempat bekerja atau magang di perusahaan asing membuat mereka lebih tertempa,” ujarnya.

Meski cukup lama di luar negeri, semua anak-anak Dewi Arimbi dan Jusuf Herry Alamsjah memutuskan kembali bekerja, berkarya, dan beribadah, termasuk mencari nafkah di tanah kelahirannya, Indonesia. “Ini menjadi bukti kecintaan anak-anak terhadap negara Indonesia,” tukas Dewi.

Kiprah mumpuni berorganisasi

Dewi Arimbi dikenal sebagai sosok wanita cerdas dan energik. Tidak ada waktu terbuang sia-sia dalam keseharian hidupnya. Kesibukannya begitu luar biasa. Namun, urusan keluarga tetap menjadi prioritasnya.

Dewi Arimbi bersama sahabat dan koleganya, penuh keceriaan

Wanita kelahiran 56 tahun silam ini dikenal sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPP IWAPI) yang membawahi bidang pendidikan, teknologi informasi, humas, dan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM). Dewi Arimbi juga aktif sebagai Pengurus Pusat Dewan Pimpinan Pusat Kamar Dagang dan Industri (DPP KADIN) Indonesia.

Tak hanya itu, penerima Penghargaan Awen Asian Women Enterprenuer Awards di bidang Management Kepemimpinan di dunia usaha, 2018 lalu ini juga dikenal sebagai pengusaha tangguh di sejumlah bidang antara lain, properti, developer, perkantoran, retail, dan bisnis kesehatan. Ia juga tercatat sebagai owner salah satu Rumah Sakit Swasta di Bandarlampung. Pun Dewi Arimbi sebagai pendiri dan salah satu pemilik saham PT Bank Muamalat Indonesia, bank syariah pertama di Indonesia.

Ia pun dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Srikandi TP Sriwijaya. Di dunia politik, Dewi Arimbi didaulat sebagai salah satu Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) sekaligus Ketua Korwil Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel).

Hasrat kuatnya mengabdi bagi daerah Pringsewu, Lampung, mendorong Dewu ikut kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Pilkada serentak Kabupaten Pringsewu tahun 2017. Dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), yang disampaikan sebagai syarat bagi calon di pilkada serentak, disebutkan bahwa harta Dewi Arimbi mencapai Rp181,48 milyar, merupakan yang tertinggi di antara calon-calon lainnya.

Dewi Arimbi terus berkiprah, memberi yang terbaik bagi bangsa dan negara

Sosoknya yang keibuan dan low profile telah memberi warna tersendiri bagi Kabupaten Peringsewu dan Lampung pada umumnya. Banyak orang bilang, PPP sebagai partai Islam berlambang Ka’bah, cukup beruntung memiliki pengurus sekelas Dewi Arimbi, yang bukan hanya eksis di dunia politik, tapi juga seorang wanita dan pengusaha sukses yang cukup disegani dan berprestasi di bidangnya.

Selain sebagai pengusaha dan politisi, Dewi Arimbi juga dikenal sebagai pecinta budaya Nusantara. Ia dikenal sebagai kolektor Kain Wastra Antik Indonesia. Koleksi Wastranya pernah beberapa kali dipamerkan untuk bisa dinikmati kalangan luas baik dalam dan luar negeri. Bahkan, koleksinya telah dirangkum dalam sebuah buku berjudul “Enchanting Golden Collections of Dewi Arimbi”.

Selain kain, Dewi Arimbi juga mengoleksi barang-barang antik lain yang bernilai sejarah yang tinggi, seperti lukisan, barang-barang porselin, furniture kayu, serta asesoris rumah tangga yang unik. Bahkan, rumah tinggalnya pernah beberapa kali dijadikan ‘studio’ untuk program televisi seperti, Kompas TV dan MNC TV.

Kiprah Dewi Arimbi kian nyata di negeri ini. Baginya, itu semata meneruskan perjuangan sang ayah. “Bila dulu ayah saya berjuang demi Kemerdekaan Indonesia, maka kini saya, suami, dan anak-anak berjuang mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal positif demi kebaikan bangsa dan negara,” pungkasnya. (RN)